Metro Bintan

Bangun Usaha Komersil, Hutan Lindung Dibabat

ilustrasi

batampos.co.id – Penyidik Satreskrim Polres Bintan bekerjasama pihak Kehutanan Provinsi Kepri dalam hal ini Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Unit IV Tanjungpinang-Bintan menyelidiki kasus pembabatan hutan lindung Sei Jago Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara, Bintan.

Kanit Tipiter Satreskrim Polres Bintan, Ipda Angga Riatma S yang dihubungi, Selasa (23/10) siang menyampaikan, pihaknya melibatkan pihak kehutanan Provinsi Kepri untuk menghitung kerugian negara yang diakibatkan pembabatan hutan lindung Sei Jago Tanjunguban.

“Kami sudah turun bersama ke lokasi hutan lindung yang dibabat. Penghitungan bukan seperti BPKP, namun ada tim kehutanan yang khusus untuk menghitung berapa banyak pohon yang sudah ditebang dan lainnya,” jelas Angga.

Hasilnya, lebih jauh Angga mengatakan dalam beberapa waktu mendatang akan diketahui. Kerugian negara yang muncul akibat ulah dua pelaku yakni Eko Subiantoro dan Ending Saripudin diperkirakan puluhan juta rupiah.

Setelah menghitung kerugian negara, pihaknya akan berkoordinasi kembali terkait pemberkasan dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Bintan. Jika dinyatakan lengkap, maka berkas dan barang bukti akan dilimpahkan ke Kejari Bintan.

“Saat ini lagi dilengkapi pemberkasannya,” tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, Eko Subiantoro dan Ending Saripudin membuka lahan untuk kegiatan komersil di kawasan Hutan Lindung Sei Jago, Tanjunguban Kecamatan Bintan Utara.

Keduanya menggunakan alat berat loader untuk membuka lahan. Usai kegiatan tersebut, polisi memeriksa keduanya dan akhirnya kedua pelaku ditetapkan tersangka. (met)