Metro Bintan

Paman dan Bibi Aniaya Anak Yatim

batampos.co.id – Polisi menahan Moi Yung alias Abdul Hadi alias Daddy alias Hadi, 42, dan istrinya Juliani, 26, karena menganiaya keponakannya sendiri, OV. Selain itu, asisten rumah tangga yang merangkap sebagai pengasuh korban, Mey Rahayu alias Mey binti Ngatimin, 20, juga ikut diamankan.

Kasat Reskrim Polres Bintan, AKP Adi Kuasa Tarigan menyampaikan, mereka diamankan pada Kamis (25/10) lalu sekitar pukul 06.15 WIB di kediaman Abdul Hadi di Kampung Jati, Kelurahan Kijang Kota, Kecamatan Bintan Timur.

Berdasarkan keterangan saksi dan barang bukti di lokasi kejadian, ketiganya ditetapkan tersangka karena sudah terbukti menganiaya OV, siswi salah satu sekolah dasar (SD) di Kabupaten Bintan.

”Korban dan kedua pelaku memiliki ikatan keluarga. Tersangka Abdul Hadi adalah paman korban, sedangkan tersangka Yuliani bibi korban,” jelas Adi Kuasa.

Lebih jauh ia mengatakan, korban adalah anak yatim piatu. Kedua orangtuanya meninggal dunia Maret 2018 lalu. Korban kemudian dirawat paman dan bibinya serta seorang pengasuh.

Apa yang memicu korban dianiaya? Ia menjelaskan, suatu hari sepulang sekolah, korban kedapatan membawa uang. Yuliani lalu memarahinya dan menuduh korban mencuri. Padahal menurut keterangan sejumlah saksi, uang itu diperoleh korban dari teman-temannya yang merasa iba.

”Teman-temannya selalu melihat korban tak pernah jajan. Teman-temannya merasa iba dan memberi uang ke korban,” jelas Adi Kuasa.

Kasus ini bermula Selasa (23/10) sekitar pukul 08.00 WIB. Saat itu, dua orang guru korban menyambangi kediaman Abdul Hadi karena menaruh curiga terhadap luka di tubuh korban. Seorang guru korban, Iin menanyakan adanya luka lebam dan bercak merah seperti habis dipukuli pada tubuh korban. Sang pengasuh menjawab bahwa luka diakibatkan karena korban terjatuh di gorong-gorong.

Kemudian, bibi korban menyela dan menanyakan bekas sepatu di seragam korban. Hanya, sang guru tak mengetahui ada masalah tersebut. Akhirnya, seorang guru lainnya meminta bibi dan pamannya untuk datang ke sekolah untuk menemui kepala sekolah.

Di sekolah tersebut, kepala sekolah menanyakan kepada keduanya soal hak asuh anak serta permasalahan yang terjadi pada korban hingga mengakibatkan luka lebam dan bercak merah di tubuh korban yang seperti dipukuli. Pihak sekolah juga memberitahukan ke paman dan bibi korban bahwa pihak sekolah membawa korban ke rumah sakit untuk berobat. Saat ini, Adi Kuasa mengatakan, korban dalam perlindungan gurunya.

Atas perbuatan ini, ketiga tersangka dijerat Pasal 80 Ayat (1) Undang–undang (UU) Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak atau Pasal 44 Ayat (1) UU Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga Jo Pasal 55 K.U.H.Pidana atau Pasal 44 Ayat (1) UU Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga dengan ancaman hukuman 7,5 tahun kurungan penjara. (met)