Metro Bintan

Hingga Oktober, Realisasi Pajak Bintan Rp 18,57 miliar

Gubernur Kepri, Nurdin Basirun membagikan santunan kepada anak yatim saat peresmian Kantor Bersama Samsat Bintan di Tanjunguban, Jumat (2/11/2018). F Slamet nofasusanto / batam pos.

batampos.co.id – Hingga Oktober 2018, realisasi Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BNKB) dan Pajak Air Permukaan di Kantor Bersama Samsat Bintan sekitar Rp 18,57 miliar dengan target sekitar Rp 20,29 miliar.

Tahun 2017, realisasi PKB dan BNKN di Kantor Bersama Samsat Bintan sekitar Rp 18,6 miliar.

“Insha Allah sampai akhir tahun kami akan terus mengupayakan target dapat tercapai melebihi dari angka 100 persen,” ujar Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Provinsi Kepulauan Riau Reni Yusneli meresmikan Kantor Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Pendapatan Daerah Bintan Bagian Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah Tanjunguban di Komplek Pertokoan Anrawika Jalan Permaisuri Tanjunguban, Jumat (2/11) sekitar pukul 09.00 WIB.

Reni mengungkapkan, ada peningkatan angka kepatuhan pajak di Kabupaten Bintan. Dengan kendaraan berjumlah sekitar 81.462 unit, sebelumnya angka kepatuhan pajak di Kabupaten Bintan berkisar 50,03 persen.

Semenjak adanya kebijakan Gubernur Kepulauan Riau tentang Pemberian Keringanan Pajak mulai Mei-Agustus 2018 angka kepatuhan pajak sekitar 60,3 persen.

Reni menyebut sejumlah sebab angka kepatuhan pajak sebelumnya masih 50,3 persen. Diantaranya letak Kantor Samsat Bersama sangat jauh dari keramaian karena berada di markas Brimob dengan keterbatasan sarana dan prasarana. Karenanya Reni merasa perlu memindahkan kantor dengan lokasi strategis di pusat keramaian masyarakat.

Sementara itu, Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun mengapresiasi diresmikannya kantor Bersama Samsat Bintan.

Diakuinya, setiap OPD mesti melakukan inovasi termasuk yang  dilakukan BP2RD Provinsi Kepulauan Riau. Karena inovasi diperlukan untuk meningkatkan pelayanan publik.

Dia juga optimis Jembatan Batam Bintan akan terwujud. Jika terbangun, Kabupaten Bintan akan semakin berkembang terlebih sektor pariwisata, industri serta infrastruktur sangat menunjang.

“Jika terbangun, jumlah kendaraan yang masuk ke Bintan akan bertambah.

Di sini potensi pajak akan makin besar,” kata dia.

Sementara itu, Kepala UPT Pengelolaan Pendapatan Daerah Bintan Bagian Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah Tanjunguban Teddymar menyampaikan, dari evaluasi pihaknya bahwa perpindahan kantor lama ke kantor baru banyak sekali terjadi perubahan. Realisasi pajak hingga Oktober 2018 sudah mencapai 91 persen dari yang ditargetkan.

“Pemutihan kemarin nampak pengaruhnya,” kata dia. Perpindahan ke kantor baru ini juga menurutnya sangat mempengaruhi. Karena masyarakat lebih leluasa dan nyaman untuk datang
ke kantor pajak untuk menunaikan kewajibannya membayar pajak.

Fasilitas di kantor baru juga sudah lebih memadai karena sudah dilengkapi ruang menyusui, ruang bermain anak-anak dan sedang dilengkapi pojok pajak, pustaka maupun fasilitas lainnya.

Diresmikan kantor ini dia berharap bisa meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pajak. (met)