Metro Bintan

Masih Ada Orangtua yang Ragu Imunisasikan Anak

ilustrasi

batampos.co.id – Imunisasi campak dan rubela di Kabupaten Bintan telah mencapai 82 persen dari target yang ditetapkan
95 persen. Berarti dari sasaran 45.013 anak di Kabupaten Bintan, baru sekitar 36.911 anak yang menerima imunisasi, selebihnya sekitar 8.102 anak belum diimunisasi.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Bintan dr Yosei Susanti menyampaikan, capaian imunisasi campak dan rubela di Kabupaten Bintan sudah mencapai 82 persen. Kendati belum mencapai target yang ditetapkan 95 persen hingga Oktober 2018 lalu, namun pelaksanaan imunisasi campak dan rubela di Kepri sepakat diperpanjang hingga 31 Desember 2018.

“Harapan kami bisa mencapai 95 persen,” kata dia.

Dikatakannya, isu – isu yang berkembang di masyarakat terkait boleh atau tidaknya imunisasi dan ketakutan bila diberikan imunisasi akan menimbulkan penyakit lain masih membuat orangtua ragu. Sebagian orangtua khususnya bapak-bapak tidak mengizinkan anaknya diimunisasi campak dan rubela.

“Masih seputaran isu – isu kemarin. Kendala terbesar kita adalah tidak diizinkan orangtua terutama bapaknya,” jelas dia.

Saat ini, bila dilihat per kecamatan, ia menyebut, Kecamatan Bintan Utara dan Kecamatan Bintan Timur masih rendah angka capaian imunisasi campak dan rubela.

Sedangkan di Kecamatan Toapaya, ia menyebut ada kasus 1 pondok pesantren yang anak-anaknya belum diberikan imunisasi ini.

“Di Toapaya yang sulit kita jangkau di ponpes karena tidak mendapat izin orangtua,” kata dia.

Sementara Kadis Kesehatan Kabupaten Bintan dr Gama AF Isnaeni menyampaikan, capaian imunisasi campak dan rubela untuk Kabupaten Bintan sudah 82 persen.

“Alhamdulillah untuk capaian imunisasi campak dan rubela, Kabupaten Bintan urutan pertama di Kepri,” sebut dia berharap terus bertambah.

Ia mengatakan, pihaknya akan terus melakukan resosialisasi dan sweeping.

“Terus sisir ke kelompok sasaran melalui Posyandu dilanjutkan dengan sweeping,” tutup dia. (met)