Metro Bintan

Pakan Naik, Harga Daging Ayam Naik Rp 2 Ribu Sekilo

Kadis Ketahanan Pangan Kabupaten Bintan Khairul (tengah) mendampingi Bupati Bintan Apri Sujadi memantau harga sejumlah komoditi barang di Pasar Kijang. F Dinas Ketahanan Pangan Bintan untuk Batam Pos.

batampos.co.id – Harga sejumlah komoditi yang ada di Kabupaten Bintan stabil. Hanya harga daging ayam naik Rp 2 ribu sekilo menjadi Rp 40 ribu sekilo.

Pantuan harga kebutuhan dari sejumlah Pasar di Tanjunguban Kecamatan Bintan Utara, diantaranya harga beras premium masih berkisar Rp 13.200 sekilo, harga gula pasir sekitar Rp 11.500 sekilo, harga tepung terigu sekitar Rp 10.300 sekilo, telur ayam sekitar Rp 1.300 per butir, daging sapi segar sekitar Rp 140.000 sekilo, daging sapi beku sekitar Rp 95.000 sekilo. Sedangkan daging ayam dari Rp 38.000 sekilo menjadi sekitar Rp 40.000 sekilo.

Untuk cabai rawit dari Rp 38 ribu sekilo menjadi sekitar Rp 45 ribu sekilo, cabai merah keriting dari Rp 54 ribu sekilo menjadi sekitar Rp 44 ribu sekilo, cabai hijau dari Rp 38 ribu menjadi sekitar Rp 30 ribu sekilo, bawang merah jawa sekitar Rp 28 ribu sekilo, bawang bombay sekitar Rp 18 ribu sekilo, dan bawang putih sekitar Rp 20 ribu sekilo.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bintan Khairul menyampaikan harga sejumlah komoditi di pasaran cenderung stabil.

“Harga sejumlah komoditi barang masih stabil dan terkendali,” ujar dia saat dihubungi, Minggu (11/11) siang.

Namun tidak untuk harga daging ayam. Harga daging ayam naik Rp 2 ribu dari Rp 38 ribu menjadi Rp 40 ribu sekilo. Ia menyebut kenaikan ini disebabkan karena harga pakan naik akibat nilai tukar rupiah melemah turun dibanding dollar.

“Mungkin musim hujan yang kuat juga. Untuk jelasnya masalah produksi daging ayam coba tanya kepala dinas pertanian di bidang peternakannya itu tugas mereka,” kata dia.

Lebih jauh katanya, sedangkan harga kebutuhan lain cenderung stabil bahkan turun sedikit dari harga sebelumnya. Seperti beras premium tetap berkisar Rp 13.200 sekilo, sedangkan beras premium dengan harga termurah turun Rp 80 menjadi Rp 9.920 sekilo dari sebelumnya Rp 10 ribu sekilo. Sementara harga daging sapi segar masih di kisaran Rp 140 ribu sekilo dan harga cabai rawit, cabai merah dan cabai hijau mengalami penurunan harga Rp 2 ribu hingga Rp 10 ribu sekilo dibanding Oktober 2018.

“Kalau harga cabai selalu fluktuatif, terhadap jumlah pasokan dan kelancaran arus barang,” ujarnya.

Untuk ketersediaan sejumlah komoditi barang, Khairul menyebut masih aman dan cukup. Berdasarkan data hingga Oktober 2018 untuk ketersediaan beras di Bintan masih berkisar 3,3 juta kilogram, sedangkan kebutuhan 1,4 juta kilogram sebulan.

Ketersediaan gula pasir hingga Oktober 2018 berkisar 529.883 kilogram, sedangkan kebutuhan berkisar 194.715 kilogram. Lalu ketersediaan daging ayam berkisar 123.288 kilogram, sedangkan kebutuhan berkisar 143.904 kilogram sebulan.

“Alhamdulillah pasokan dan kebutuhan sejumlah komoditi barang masih aman dan cukup,” kata dia.

Sementara itu, Bupati Bintan Apri Sujadi meminta agar beberapa dinas terkait hendaknya mampu menjaga inflasi harga pangan dipasaran menjelang akhir tahun.

Menurutnya, menjelang akhir tahun biasanya kecenderungan komoditas harga barang akan merangkak naik seiring dengan tingginya jumlah demand (permintaan) barang.

“Nanti akan kita kumpulkan beberapa dinas terkait. Khususnya membahas beberapa agenda penting menjelang akhir tahun dimana sejumlah stok komoditas barang dipasaran harus terpenuhi,” tutupnya. (met)