Metro Bintan

Kunjungan Turis Tiongkok Berkah bagi Ekonomi Tanjungpinang dan Bintan

Rombongan turis asal Tiongkok tiba di Bandara Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang, belum lama ini. Kawasan Lagoi di Bintan dan Tanjungpinang menjadi destinasi pilihan mereka selama berlibur. (Yusnadi/Batam Pos)

batampos.co.id – Kunjungan ribuan turis Tiongkok ke Tanjungpinang dan Bintan diharapkan dapat terus ditingkatkan, karena memberi dampak ekonomi kepada daerah dan ke masyarakat. Dampak ekonomi ke daerah berupa pendapatan asli daerah (PAD) yang digunakan untuk pembangunan.

Setiap kedatangan turis berarti membuat ekonomi bergerak, karena langsung melibatkan banyak sektor. Seperti terserapnya tenaga kerja ke sektor pariwisata, hotel, restoran, dan lainnya. Begitu juga dengan sektor perdagangan. Sejumlah hotel yang sebelumnya hanya berharap tamu di akhir pekan, sekarang bisa bernafas karena setiap hari ada turis Tiongkok yang masuk.

Hal ini disampaikan salah seorang manajer di Bintan Agro Resort, Afung kepada Batam Pos, kemarin. Menurutnya, tak hanya industri pariwisata yang hidup dengan kedatangan turis Tiongkok. Karena, ada multiplier effect dari kedatangan mereka yang lama kunjungannya ke Kepri sekitar 3 hari 3 malam tersebut.

“Mereka perlu konsumsi dan itu meningkatkan demand terhadap bahan makanan dan minuman. Seperti sayur, telur, buah, daging, ikan dan lain-lain yang tentunya adalah produksi warga Kepri. Sehingga mengangkat ekonomi petani, peternak, nelayan dan pedagang secara langsung. Itu yang dimaksud dengan multiplier effect,” jelasnya.

Kedatangan turis sambungnya, jelas berdampak langsung pada ekonomi masyarakat. Pendapat senada disampaikan sejumlah praktisi perhotelan dan pariwisata di Tanjungpinang dan Bintan yang dikonfirmasi terpisah. Diantaranya GM CK Tanjungpinang Hotel Sutisna, Ketua Asita Tanjungpinang Sapril Sembiring, dan GM Comforta Tanjungpinang Agus.

Diantara yang ikut terdampak langsung dengan kedatangan turis Tiongkok, adalah kapal feri jurusan Tanjungpinang-Singapra dan sebaliknya. Yang tadinya lesu karena kekurangan penumpang sekarang mulai hidup kembali. Sekaligus meningkatkan pendapatan pengelola pelabuhan, Pelindo. Selain itu, bisnis MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) atau pertemuan, insentif, konvensi, dan pameran juga ikut mendapat berkah. Saat ini Bintan mulai berhasil menggaet banyak turis MICE Tiongkok.

Antara lain tanggal 20 Oktober sampai 25 Oktober 2018 ribuan turis MICE masuk Bintan. Mereka menginap di Bintan Lagoon, Nirwana and Grand Lagoi dalam periode ini turis Tiongkok yang juga memenuhi hotel Bintan Agro Beach Resort, Sahid Bintan, CK Hotel, Aston Hotel, Comfort Hotel. Sekaligus menjadi sarana promosi daerah ini ke Tiongkok.

Ketua Asita Tanjungpinang, Sapril Sembiring, mengatakan masalahnya saat ini justru pada ketiadaan destinasi wisata yang representatif di Bintan dan Tanjungpinang. Sehingga turis asal Tiongkok bisa lebih banyak datang dan lebih lama menginap. Dalam hal ini peran pemerintah menjadi sangat penting. “Meskipun peran Kemenpar untuk mendatangkan turis Tiongkok ke Indonesia umumnya, Kepri dan Tanjungpinang, Bintan juga sangat besar,” ungkapnya. (cca)