Metro Bintan

Polisi Amankan Oknum Guru

batampos.co.id – Seorang oknum guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bintan, Is, 52, yang mengajar di salah satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) di wilayah Kijang, Kecamatan Bintan Timur, Kabupaten Bintan pasrah saat diamankan polisi di kediamannya di wilayah Kijang, Senin (19/11) siang. Di rumah tersebut, polisi menemukan jeriken yang biasa digunakan untuk membeli solar di SPBU Kilometer 25 Kijang, Kecamatan Bintan Timur.

”Saya baru mengganti baju sepulang mengajar, lalu polisi mengetok pintu rumah. Polisi meminta saya menunjukkan jeriken. Setelah itu saya dibawa ke sini (kantor polisi),” kata Is saat ditemui di kantor polisi, kemarin.

Dia merasa tidak melakukan kesalahan karena membeli solar dengan jeriken sekali dalam sehari usai pulang dari mengajar.

”Bukan berkali-kali ke SPBU untuk membeli lagi, tapi cuma sekali saja. Sebelum mengajar saya titip jeriken di SPBU, pulangnya saya ambil jerikennya,” ujar bapak tiga anak itu.

Dia menambahkan, saat ini pembelian solar di SPBU tidak seperti dulu lagi, karena sudah dibatasi. Sehari dia cuma bisa membeli 50 liter solar.

”Tak bisa lebih dari 50 liter,” kata dia.

BBM jenis solar yang dibelinya dari SPBU kemudian dijual ke nelayan. Satu jeriken berisi 50 liter solar dijual ke nelayan seharga Rp 200 sampai Rp 205 ribu.

”Keuntungan sekitar Rp 15 ribu, karena saya menjual ke adik ipar saya sendiri untuk dia melaut. Kasihan nelayan tak bisa melaut karena tidak mendapat minyak,” kata dia.

Pria paruh bayah ini mengaku dirinya sebatas menolong adik iparnya. Jika perbuatannya salah, dia sangat mengharapkan ditegur karena ia tak tahu kalau apa yang ia lakukan itu melanggar karena niatnya membantu nelayan.

”Kalau tidak boleh sebaiknya ditegur dulu,” katanya memelas.

Selain Is, polisi juga meringkus 5 sopir taksi karena melangsir solar hingga menyebabkan kelangkaan di SPBU Km 25 Kijang. Kelima sopir taksi yang diamankan ialah Kw, 48, Nb, 62, Ad, 49, Pi, 45, AA, 48.

Kasat Reskrim Polres Bintan AKP Yudha Suryawardana menyampaikan, mereka diamankan di SPBU Km 25 Kijang. Dari penangkapan ini, 4 mobil taksi dan 2 mini bus diamankan bersama barang bukti lainnya, yaitu 12 jeriken berisikan solar, selang dan corong serta uang. Akibat aksi pelangsir ini, ia menyebut negara mengalami kerugian Rp 37 juta.

”Satu jeriken dijual Rp 200 sampai Rp 220 ribu ke nelayan. Keuntungan sekitar Rp 30 sampai Rp 50 ribu,” kata Yudha di Mapolres Bintan, Kamis (22/11). (met)