Metro Bintan

Pembangunan Gedung RSUD Bintan Dilanjutkan

Ditargetkan Selesai Sebelum Akhir Tahun

Kadis PUPR Juni Rianto meninjau langsung pekerjaan lanjutan dua gedung di RSUD Kabupaten Bintan yakni gedung ibu dan anak dan gedung gizi, Senin (26/11) siang. F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos.

 

batampos.co.id –¬†Dua gedung yang tertunda pembangunannya pada 2015 lalu di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Bintan dilanjutkan pekerjaannya pada 2018 ini.

Dua gedung itu ialah gedung ibu dan anak serta gedung gizi. Sedangkan dua gedung lainnya yakni gedung rawat inap dan ruang rehab medik akan dilanjutkan pekerjaannya tahun 2019 mendatang.

Kadis Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bintan, Juni Rianto meninjau langsung pekerjaan lanjutan dua gedung itu, Senin (26/11) siang. Pantauan di lapangan, kedua gedung itu sudah naik bata merah, sudah juga pemasangan jendela dan plapon.

Dia menuturkan, tahun ini melalui APBD Perubahan 2018 sudah dialokasikan anggaran sekitar hampir Rp 2 miliar untuk pekerjaan lanjutan gedung ibu dan anak serta gedung gizi.

“Jadi sebenarnya masih ada 4 gedung yang tertunda karena efisiensi anggaran pada 2015 lalu. Tahun ini, yang tersedia anggaran untuk kita lanjutkan dua gedung melalui APBD P 2018 yakni gedung ibu dan anak dan ruang gizi senilai Rp 2 miliar,” jelasnya.

Dia merasa optimis pekerjaan kedua gedung ini selesai sebelum akhir tahun 2018. Kendati dua bulan masa pekerjaan, dia merasa akan selesai tepat waktu pekerjaannya. Sebab, pekerjaan lanjutan ini merupakan pekerjaan arsitektur.

“Sudah ada pondasinya. Pekerjaan ini tinggal lanjutan, tinggal pemasangan keramik, instalasi, pengecatan. Sejauh¬† ini yang sudah dikerjakan dinding, jendela dan plapon. Sebagian besar material juga sudah di tempat, tinggal dipasang saja,” kata dia memprediksi progres pekerjaan sudah 50 persen.

Sedangkan dua gedung lainnya yakni gedung rawat inap dan rehab medik, lanjut dia, akan dikerjakan tahun 2019.

Dia mengatakan, pihaknya sudah membahas bersama DPRD untuk melanjutkan 2 gedung lainnya yang belum tuntas. Yakni 1 gedung rawat inap yang akan dialokasikan melalui APBD murni tahun 2019 dan 1 gedung rehab medik yang akan dialokasikan melalui APBD P tahun 2019. “Sudah dibahas, semua tergantung kesepakatan dewan,” kata dia.

Untuk kedua gedung ini, ia mengatakan sudah pekerjaan pondasi dan sudah didak.

“Sama dengan dua gedung sebelumnya, sudah pondasi dan didak. Tinggal pekerjaan arsitek, naik bata, pasang keramik, dinding dan pelapon serta instalasi dan lainnya,” sebut dia.

Disinggung alokasi anggaran untuk dua gedung itu? Ia memperkirakan sekitar Rp 5 miliar dengan rincian Rp 2,5 miliar untuk pekerjaan lanjutan gedung rawat inap dan sekitar Rp 2,5 miliar untuk pekerjaan lanjutan gedung rehab medik.

Ditegaskannya 4 gedung yang sempat tertunda karena keterbatasan anggaran ini akan diselesaikan sesuai komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan.

“Pak Bupati sudah komitmen akan menyelesaikan 4 gedung yang tertunda pekerjaannya. Jadi bukan mangkrak, tertunda karena tak ada anggrannya. Kalau mangkrak, anggaran ada tapi tidak selesai dikerjakan,” menurut dia.

Selain melanjutkan pekerjaan pembangunan gedung ibu dan anak serta gedung gizi, Dinas PUPR Bintan juga mengalokasikan anggaran melalui APBD P 2018 sebesar Rp 430 juta untuk pekerjaan lahan parkir di RSUD Kabupaten Bintan dengan konstruksi beton bertulang.

“Luas lahan parkir yang dikerjakan sekitar 1.000 meter persegi. Kami optimis selesai sebelum akhir tahun karena besi sudah ada beton yang redimix juga sudah tersedia. Kami yakin bisa selesai 24 jam,” tutup dia. (met)