Metro Bintan

Dua Desa di Bintan Terbaik se-Indonesia

Perwakilan Kepri di Tingkat Nasional

Bupati Bintan, Apri Sujadi menghadiri usai menghadiri agenda Launching Implementasi Sistem Monitoring Penerimaan Pajak Online yang dihadiri Pimpinan KPK di Kota Batam, Rabu (28/11) pagi.F.Kominfo untuk Batam Pos

 

batampos.co.id – Dua desa di Kabupaten Bintan yakni Desa Sebong Lagoi Kecamatan Teluk Sebong dan Desa Toapaya Selatan Kecamatan Toapaya masuk dalam salah satu desa terbaik se-Indonesia.

Penilaian ini berdasarkan pengukuran IDM (Indeks Desa Membangun) yang dilakukan oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) Republik Indonesia.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Bintan, Ronny Kartika mengatakan dua desa di Bintan ini menjadi perwakilan desa di tingkat Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

“Dua desa ini di Bintan ini mewakili Kepri yang menjadi salah desa terbaik 2018 tingkat nasional,” ujarnya.

Dia menjelaskan, dua desa ini dinilai berdasarkan beberapa kriteria mulai dari ketahanan sosial, ketahanan ekonomi, dan ketahanan lingkungan.

Salah satunya melalui pola IDM yang mana perubahan status desa melalui IDM adalah sebagai alat ukur dan menjadi penilaian status dan perkembangan desa di seluruh Indonesia yang dilakukan Kemendes PDTT.

“Kedua desa ini telah memenuhi semua kriteria tersebut,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Bintan, Apri Sujadi mengatakan Kabupaten Bintan terus melakukan pembinaan terhadap kepala desa dan aparatur desa dalam pemanfaatan anggaran dana desa untuk kemajuan desa tersebut. Dikatakannya juga, saat ini Kabupaten Bintan memiliki 36 desa dengan alokasi anggaran desa tahun 2018 mencapai Rp 83,978 miliar.

“Tentunya suatu kabar gembira bagi kita. Tahun 2018 ini, ada dua desa di Kabupaten Bintan kembali menjadi desa terbaik tingkat nasional,” kata dia usai menghadiri agenda Launching Implementasi Sistem Monitoring Penerimaan Pajak Online dan dihadiri Pimpinan KPK di Kota Batam, Rabu (28/11) pagi.

Dia juga mengingatkan kepada kepala desa dan aparatur desa supaya mampu memanfaatkan anggaran desa yang sudah dialokasikan bagi kemajuan desa itu sendiri.

Dia juga menegaskan agar kiranya setiap kepala desa dan aparatur desa mampu mengindentifikasi beberapa point yang harus diperhatikan dalam penggunaan anggaran dana desa. Yakni regulasi dan kelembagaan, tata cara pelaksanaan, pengawasan, serta kualitas dan integritas SDM yang mengurus dana desa.(met)