Metro Bintan

Lahan Diserobot, PT Lobindo Ngadu ke Dewan

Aktivitas di Pulau Dendang Dihentikan

Tim terpadu saat menghentikan aktivitas di Pulau Dendang, Rabu (28/11) siang. F.Slamet Nofasusanto / Batam pos

 

batampos.co.id – Tim terpadu terdiri Satpol PP Bintan, Komisi I DPRD Bintan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bintan dan Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSP dan TK) Bintan menghentikan kegiatan pengerukan lahan di Pulau Dendang Desa Mantang Lama Kecamatan Mantang, Rabu (28/11) siang.

Anggota DPRD Kabupaten Bintan, Hasriawadi menjelaskan sidak ini bermula dari laporan PT Lobindo ke DPRD Kabupaten Bintan yang mengklaim masih memiliki lahan seluas lebih kurang 90 hektare di Pulau Dendang. Sebagian lahan di sana dilaporkan telah diserobot.

Berdasarkan laporan itu, tim terpadu melakukan sidak ke lokasi untuk melihat kebenaran di lapangan. Ternyata di lokasi itu, kata lelaki yang akrab disapa Gentong ini, sudah ada tumpukan bijih bauksit di tepi sungai. Di sana juga ditemukan 15 lori, 8 kobe dan 4 loader di lokasi.

“Kita hentikan dulu semua aktivitasnya untuk ditelusuri perizinannya,” kata dia.

Kasat Pol PP Bintan, M Insan Amin menuturkan, sehubungan surat PT Lobindo yang ditembuskan ke Satpol PP maka pihaknya berupaya untuk melakukan penertiban.

Dari sidak itu, pihaknya mendata ada 8 laki-laki dan 2 wanita yang bekerja di bawah bendera CV Buana yang beroperasi di Pulau Dendang.

Selain mendata, pihaknya juga menyita 3 kunci kendaraan alat berat. Sementara itu Among penanggung jawab  lapangan yang ditemui di lokasi menuturkan dia dan pekerja lainnya bekerja atas perintah Heri Ekang. Sedangkan mengenai perizinan, dia tidak tahu pasti.

“Saya hanya mengawasi pekerja saja,” kata dia.

Humas PT Lobindo Wira menyampaikan, pihaknya membeli lahan dari masyarakat Mantang Lama pada tahun 2013 dengan luas sekitar 90 hektare.

Terkait adanya aktivitas di sana, ia menegaskan bukan kegiatan PT Lobindo melainkan Cv Buana. Oleh karena itu, pihaknya meminta kepada instansi terkait untuk mengklarifikasi soal perizinan di Pulau Dendang.

“Yang kerja di sana Cv Buana, tidak ada koordinasi dengan PT Lobindo,” kata dia.(met)