Metro Bintan

Distribusi Solar Terlambat, Antrean Kendaraan Mengular

Kendaraan mengular di SPBU kilometer 16 Toapaya akibat pasokan solar terputus karena pengiriman terlambat, Senin (3/12) siang. F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos

 

batampos.co.id –¬†Antrean kendaraan kembali terjadi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Minyak (SPBU) Kilometer 16 Toapaya Kabupaten Bintan. Kali ini, antrean kendaraan pada Senin (3/12) siang mencapai lebih kurang 300 meter.

Sayuti, 36, sopir truk yang biasa mengangkut material bahan bangunan  menuturkan dirinya sudah antre sejak pukul 08.00 WIB. Hampir setiap hari dirinya selalu mengantrekan kendaraan untuk membeli solar.

“Rugi waktu karena harus antre padahal kami harus mengantar material,” kata dia.

Sementara itu, Kasubag Kebijakan Sumber Daya Alam (SDA) bagian Ekonomi Setdakab Bintan, Rita Agustina menyampaikan pihaknya akan menelusuri penyebab antrean kendaraan di SPBU dan akan berkoordinasi dengan Pertamina.

Diakui ada kebijakan pengurangan kuota solar dari pemerintah pusat. Akan tetapi dia tidak bisa menyimpulkan penyebab antrean panjang kendaraan di SPBU disebabkan karena pengurangan kuota. “Nanti kita telusuri, apakah ini karena pengurangan kuota,” kata dia.

Pengawas SPBU Km 16, Deni Supardani menjelaskan antrean kendaraan karena kekosongan solar yang disebabkan pengirimannya terlambat.

Dia mengatakan, solar yang seharusnya didistribusikan pagi, namun baru tiba di SPBU sekitar pukul 11.20 WIB.

“Kosong sekitar 4 jam,” kata dia.

Selain itu, diakui dia ada pembatasan solar dan premium subsidi. Jika setiap hari solar yang dikirim berkisar 10 hingga 16 kiloliter (KL), namun saat ini berkisar 8 hingga 10 KL.

“Hari ini cuma dikirim 10 Kl. Besok 8 KL, padahal kebutuhan kita lebih dari 10 KL karena ini jalur lintas,” kata dia menambahkan jika hari Sabtu dikirim cuma 10 KL, biasanya 20 KL.(met)