Metro Bintan

FTZ Hanya Mimpi bagi Distributor Sembako

Kepala DKUPP Bintan Dian Nusa menyampaikan pendapatnya terkait FTZ dalam rapat Satgas Pangan Kabupaten Bintan, di Mapolres Bintan, Jumat (21/12). F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos

batampos.co.id –¬†Sejumlah distributor bahan pokok di Kabupaten Bintan melumpahkan keluh kesahnya terkait pengiriman bahan pokok yang dinilai sulit dari Batam ke Bintan.

Hal ini diungkapkan sejumlah distributor kebutuhan bahan pokok dalam rapat koordinasi satgas pangan di Kantor Polres Bintan di Bandar Seri Bentan, Bintan Buyu, Jumat (21/12) siang.

Distributor bahan pokok, Indra Setiawan menuturkan, yang menjadi kekhawatiran distributor saat ini stok kebutuhan pokok di gudangnya sudah menipis. Sementara pasokan kebutuhan bahan pokok tidak ada yang masuk. Bahan pokok yang dikhawatirkan, seperti  minyak goreng, tepung dan bawang merah.

“Bahan-bahan ini pabriknya di Jakarta. Sudah dibentuk keagenan di Kepri, hanya ke sananya sulit luar biasa. Kalau ambil di pabriknya ini sulitnya di SOPnya dalam pengiriman. Kapal tidak bisa curah, kemudian kalau mau beli (langsung dari pabriknya) dalam jumlah banyak dengan kontainer dan baru sampai sekitar 3 minggu sementara penduduk di Pulau Bintan sekitar 350 jiwa. Makanya kami ambil dari Batam, bisa dua sampai tiga kali seminggu,” jelasnya.

Diakunya, 70 persen bahan pokok adanya di Batam. Kendati ada fasilitas FTZ, namun tidak bisa digunakan distributor.

“Ada hal yang tidak bisa saya ungkapkan mengenai masalah FTZ,” kata dia. Karena itu dia menggunakan kapal laut untuk mengangkut sembako ke Bintan.

“Kalaulah kami bisa melalui kapal RoRo, harga akan anjlok (murah),” kata dia.

“Sebenarnya dokumen 02 dengan RoRo cuma mimpi bagi kami,” kata dia.

Kepala Dinas Koperasi UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bintan Dian Nusa mengatakan, pihaknya telah menerima keluhkan distributor terkait sulitnya pengiriman bahan pokok dari Batam ke Bintan.

“Saya terima laporan dari staf saya soal sulitnya distribusi barang dari Punggur ke Tanjunguban. Hal ini telah dilaporkan ke pusat. Lalu Pak Sodikin (kepala BC Tanjungpinang) ke kantor saya. Saya sampaikan ada tidak tindakan (penegahan) terhadap bahan pokok di Bintan. Pak Sodikin sampaikan tidak ada. Laporan kawan-kawan mungkin Bea Cukai Batam,” katanya.

Dia mengatakan, tapi yang jelas Bintan wilayah FTZ dan Batam juga FTZ seharusnya tidak ada masalah sampai ke Tanjunguban. Kecuali sampai ke Tanjungpinang.

“Kan ada batasnya sampai Bintan Buyu, kecuali keluar batas,” kata dia.

Dia mempertanyakan kenapa distributor sembako tidak bisa menggunakan dokumen 02. “Ini untuk masyarakat, kenapa tidak boleh. Kalau diminta bayar pajak, saya rasa distributor siap bayar pajak tapi dasarnya tidak ada karena sama-sama FTZ,” kata dia.

“Saya minta BC Tanjungpinang sampaikan masalah ini ke (BC) Batam dan (BC) Karimun, jangan kita rapat-rapat tidak ada solusi,” kata dia dengan suara meledak ledak.

Kasi P2 Bea dan Cukai Tanjungpinang Wicaksono menjelaskan, barang-barang dari eks Batam memang sudah disampaikan di lapangan sebisa mungkin masuk dengan jalur legal.

“Kalau di luar ilegal, kalau (masih) barang pokok kita usahakan ambil kebijakan dengan kearifan lokal,” kata dia.

Hal ini dimaksudkan untuk menjaga harga dan pasokan kebutuhan pokok di Bintan dan Tanjungpinang stabil.

“Kita melaksanakan aturan di pusat tapi melihat kebijakan lokal. Kalau ada penyimpangan tapi jika itu untuk keadaan lokal mungkin ada kebijakan lokal,” katanya.

Bea Cukai Tanjungpinang mencakup diantaranya Bintan dan Tanjungpinang kecuali Batam. Diakuinya ada yang diamankan namun pihak Bea Cukai Pusat.

Terkait masalah dokumen 02 yang menjadi fasilitas FTZ, ia menjelaskan bukan BC Tanjungpinang yang mengeluarkan namun BC Batam.

“Itu di luar koordinasi kita. Kalau kita dari pimpinan kepala kantor untuk sembako intinya bahwa di Bintan di Pinang sembako sudah ada kebijakan. Kemarin pusat, kita tidak bisa pak. Bukan kita yg mengambil kebijakan,” kata dia.

“Kalau Batam ke Bintan, intinya kalau sembako jangan dicampur (dengan barang lainnya). Kalau ada barang yang tidak ada dokumennya, kita ambil semuanya,” kata dia.

“Kalau masih ada yamg ditegah tolong sampaikan ke kita. Tapi tolong (kalau sembako) jangan dicampur,” katanya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Bintan AKP Yudha Suryawardana selaku Kasatgas Pangan Kabupaten menuturkan, beberapa minggu ini ada menipisnya stok khususnya beberapa bahan pokok di Kabupaten Bintan karena ada distribusi yang macet dari Batam ke Bintan. Karena itu pihaknya mengundang semua pihak termasuk Bea Cukai untuk berkoordinasi dan mencari jalan keluarnya.

“Karena kita di sini jadi kami mengundang BC Tanjungpinang. Tak mungkin kami melompati pagar mengundang BC Batam. Hal ini nantinya bisa kita sampaikan dan koordinasikan dengan jajaran di atas kita, kalau kami kepolisian tentunya ada Polda,” kata dia. (met)