Metro Bintan

160 Orang Warga Bintan Dipekerjakan

Transitnya 3.442 Kendaraan Tujuan Australia

Bupati Bintan Apri Sujadi bersama Wakil Ketua DPRD Bintan Agus Wibowo dan GM PT BIIE Lobam Aditya Laksamana meninjau kegiatan fumigasi di PT BOMC Lobam, Senin (24/12) siang. F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos.

batampos.co.id –¬†Kegiatan fumigasi terhadap 3.442 unit mobil mewah dan alat berat asal Jerman tujuan Australia yang dilakukan PT. Bintan Offshore Marine Centre (BOMC) di Kawasan Industri Bintan (KIB) Lobam Kabupaten Bintan membawa berkah bagi pekerja di Bintan. Setidaknya sekitar¬†160 orang dipekerjakan dalam kegiatan ini.

Pekerja yang direkrut mulai tenaga sopir sebanyak 60 orang. Lainnya pekerja dari kontraktor sampai tenaga penambat kapal. Para pekerja ini menerima upah bervariasi misal tenaga sopir menerima upah sekitar Rp 600 hingga Rp 700 ribu per hari.

“Pekerjanya sekitar 16o orang dari Bintan. Itu di luar pekerja PT BOMC sendiri,”ujar GM PT Bintan Inti Industrial Estate (BIIE) Lobam, Aditya Laksamana, Senin (24/12) siang.

Dia menjelaskan, kegiatan fumigasi ini dilakukan untuk mensterilisasikan sebelum memasuki negara tertentu.

Kenapa di Bintan? Ia menjelaskan alasan pertama karena jaringan bisnis. Kedua karena iklim Bintan, Indonesia yang tropis.

“Kalau dilakukan di Jerman, suhunya dingin sehingga kurang efektif. Sedangkan di Indonesia suhunya tropis,” kata dia.

Kegiatan fumigasi ini juga dilakukan oleh Sucofindo. Sucofindo merupakan lembaga penilai yang sudah diakui di Australia.

Aditya juga mengatakan, jika kegiatan ini lancar maka ke depannya akan ada tiga kali kegiatan serupa di PT BOMC Lobam. Sekali kegiatan bisa memakan waktu dua hingga tiga minggu.

“Ke depan mungkin akan banyak sopir yang akan melamar. Tapi nanti akan kita upayakan bergantian sehingga semua bisa bekerja,” kata dia.

Sementara itu Bupati Bintan Apri Sujadi meninjau langsung kegiatan ini di area PT BOMC, Senin (24/12) siang. Dia mendukung kegiatan ini karena berimbas langsung terhadap sektor tenaga kerja di Kabupaten Bintan.

Saran dia terhadap kegiatan ini lebih pada pengawasan di lapangan sehingga mobil-mobil luar negeri ini tidak keluar dari area perusahaan.

Ke depan Bupati juga berharap, PT BIIE Lobam selaku pengelola KIB Lobam mampu membuat pusat pelatihan sehingga lebih banyak pekerja lokal yang memiliki kemampuan tertentu yang dibutuhkan perusahaan.

“Saya berharap Kawasan Industri di Lobam menjadi industri terpadu, jadi industri apapun bisa masuk ke sini dan membuat kawasan ini semakin maju,” tutup dia.

Wakil Ketua DPRD Bintan Agus Wibowo juga mendukung kegiatan ini. Dia berharap dengan mempekerjakan pekerja lokal bisa meningkatkan daya beli masyarakat.

“Kita dukungkan apalagi sudah mempekerjakan masyarakat Bintan,” kata dia. (met)