Metro Bintan

25.743 Pengunjung Liburan ke Bintan

11 Ribu Lebih Datang dari Pelabuhan di Lagoi

Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Klas I Tanjunguban, Fakhrin Riza.F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos

batampos.co.id – Terhitung 18 hingga 25 Desember 2018, sebanyak 25.743 pengunjung berlibur ke Kabupaten Bintan.

Para pengunjung ini masuk melalui 4 pintu pelabuhan yakni Pelabuhan Bulang Linggi Tanjunguban, Pelabuhan Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Tanjunguban, Pelabuhan Bandar Bentan Telani (BBT) Lagoi dan Pelabuhan Bintan Lagoon Resort (BLR) Lagoi.

“Penumpang yang berangkat sejak 18 hingga 25 Desember 2018 sekitar 27.389 orang,” kata Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Klas I Tanjunguban, Fakhrin Riza kepada Batam Pos, Rabu (26/12).

Dari 25.743 pengunjung yang berlibur ke Kabupaten Bintan sejak 18 hingga 25 Desember 2028 terdiri dari antara lain sekitar 3.663 pengunjung tiba di Pelabuhan Bulang Linggi, 10.700 pengunjung tiba di Pelabuhan BBT Lagoi dan 1.173 pengunjung tiba di Pelabuhan BLR Lagoi.

Sedangkan dari 27.389 orang yang meninggalkan Kabupaten Bintan sejak 18 hingga 25 Desember 2018 antara lain terdiri dari 3.933 penumpang berangkat dari Pelabuhan Bulang Linggi Tanjunguban, 11.237 penumpang yang berangkat dari Pelabuhan BBT Lagoi, 1.283 penumpang yang berangkat dari Pelabuhan BLR Lagoi.

Fakhrin menjelaskan, secara nasional pelabuhan di Tanjunguban di bawah Kantor UPP Klas I Tanjunguban berada di peringkat keempat nasional untuk kunjungan penumpang di pelabuhan se Indonesia.

Tanjunguban berada di bawah Tanjungpinang yang berada di peringkat ketiga. Kemudian di peringkat kedua ada Tanjungbalai Karimun dan Batam berada di peringkat pertama pelabuhan untuk kunjungan libur Natal tertinggi yang terpantau se Indonesia.

“Puncak arus mudik Natal di Tanjunguban terjadi pada 23 dan 24 Desember di Pelabuhan Bulang Linggi Tanjunguban, sedangkan di Pelabuhan ASDP terjadi tanggal 23 Desember, ada penambahan jadwal keberangkatan RoRo,” jelas dia.

Untuk keselamatan pelayaran, Fakhrin mengatakan, sebelumnya angkutan transportasi libur Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 telah dilakukan pemeriksaan kelayakan kapal hingga alat keselamatan pelayaran seperti life jacket, dan lainnya. Kendati ada ditemui beberapa kekurangan di lapangan namun sudah dilengkapi misal di kapal RoRo, pihak ASDP langsung melengkapinya.

Kondisi cuaca yang berubah dan angin kencang yang melanda belakangan juga disikapinya. Ia mengatakan bila cuaca kurang bersahabat, pihaknya akan membatalkan keberangkatan.

“Hari-hari terakhir angin kencang. Kita akan batasi keberangkatan kapal. Sempat dialihkan ke alur dalam yang lebih terlindungi dari angin utara. Seperti kemarin sudah mulai masuk jam 1 sampai jam 4 masuk utara jadi dialihkan alurnya ke dalam. Jam 5 sudah normal kembali,” jelasnya.

Dia juga mengimbau kepada penumpang khususnya penumpang ASDP tidak memaksakan petugas di lapangan apabila kapasitas sudah melebihi. Kepada masyarakat juga diimbau melihat jadwal keberangkatan kapal agar tidak terjadi penumpukan kendaraan dan penumpang pada sore hari.

“Kita prediksi arus liburan akan meningkat jelang Tahun Baru. Kita imbau kepada pengunjung yang datang wisata, agar datang naik speed dan pulangnya tidak dengan RoRo, namun sebaiknya juga naik speed. Untuk kapal RoRo mungkin akan ada tambahan trip sampai jam 9 malam,” tutup dia. (met)