Metro Bintan

Pembangunan Waduk Kawal Dikebut

Ditargetkan Rampung Juni 2019

Pembangunan Waduk Kawal digesa. F.Jailani / Batam Pos

batampos.co.id – Kepala Seksi (Kasi) Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPP) Provinsi Kepri, Rodi Yantari mengatakan progres Waduk Kawal, Bintan sampai saat ini adalah 75 persen. Menurut Rodi, infrastruktur strategis tersebut rampung pada Juni 2019 mendatang.

“Kontraktor terus menggesa pekerjaan di lapangan saat ini. Sejauh ini masih berjalan sesuai dengan rencana kerja yang sudah disusun,” ujar Rodi Yantari menjawab pertanyaan Batam Pos, Selasa (1/1) di Tanjungpinang.

Disebutkannya, pekerjaan yang sedang di lapangan saat ini adalah Difragma Wall (DW) 2, pemadatan timbunan tubuh, dan pekerjaan struktur antara lain Saluran Penguras, Intake dan Pekerjaan perpipaan. Selain itu adalah pekerjaan groubing genangan, yang untuk non hutan sudah selesai dikerjakan.

“Sekarang ini tersisa kawasan hutan lindung. Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) sudah terbit. Sehingga pekerjaan bisa terus digesa,” tegas Rodi.

Mantan Kepala Seks, Jembatan PUPP Kepri tersebut mengatakan, melihat kondisi lapangan yang terus dimaksimalkan pada saat hari kering atau panas. Pihaknya berkeyakinan tim pelaksana pekerjaan dapat menyelesaikan tanggungjawabnya tepat waktu.

“Target kita adalah tugas di Juni 2019 mendatang. Sehingga Waduk Kawal dengan kapasitas 400 liter perdetik itu dapat segera memberikan manfaat kepada masyarakat,” tutup Rodi.

Belum lama ini, Plt Direktur PDAM Tirta Kepri, Syamsul Bahrum mengatakan Waduk Kawal, Bintan baru bisa dimanfaatkan pada tahun 2021 mendatang. Karena selain pekerjaan infrastruktur bendungan belum tuntas, disana juga belum dibangun IPA.

“Memang ada kajian supaya sumber air yang dihasilkan Waduk Kawal dialirkan ke Sei Pulai. Tetapi masih belum diputuskan,” ujar Syamsul Bahrum.

Menurut Syamsul Bahrum, saat ini daftar tunggu untuk mendapatkan pelayanan air di Bintan dan Tanjungpinang mencapai sekitar 18.000 rumah, ruko dan kantor. Ditegaskannya, secara bertahap Pemprov Kepri sudah mendorong percepatan dengan membangunan pipa primer dan skunder.

“Tahun 2018 ini alokasi untuk pembangunan pipa adalah sebesar Rp7 miliar. Kemudian pada 2019 mendatang sebanyak 15 miliar,” jelas pria yang duduk sebagai Asisten I Pemprov Kepri tersebut.(jpg)