Metro Bintan

72 OPD Terapkan Absen Sidik Jari

Bolos 10 Hari dalam Setahun, ASN Terancam Dipecat

Kabid Pembinaan dan Kinerja Pegawai BKPPD Bintan, Ardiansyah. F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos

batampos.co.id – Menjadi Aparatur Sipil Negeri (ASN) sekarang sangat berat. Karena disiplin seorang ASN terpantau.

Bahkan Kemendagri RI sedang mengodok aturan terkait kedisiplinan ASN. Dalam aturan yang sedang digodok, ASN yang tidak masuk atau bolos 10 hari bila diakumulasikan setahun, bisa dipecat.

Badan Kepegawaian Pelatihan dan Pendidikan (BKPPD) Kabupaten Bintan sendiri mulai mengawasi kedisiplinan pegawai dengan menerapkan absensi sidik jari alias finger print.

“Menjadi ASN sekarang lebih berat,” ungkap Kabid Pembinaan dan Kinerja Pegawai BKPPD Bintan, Ardiansyah ditemui di ruang kerjanya, Selasa (2/1).

Dia menuturkan, absensi sidik jari sudah terpasang di 72 Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Dimulai hari ini (Selasa, 2/1) sesuai kesepakatan dengan BPK. Karena absensi manual menurut BPK tak diakui.

Sistem absensi sidik jari mulai berlaku di kantor – kantor dinas, kantor kelurahan maupun kecamatan, serta Unit Pelaksana Teknis (UPT) puskesmas. Ke depan akan berlaku juga di sekolah-sekolah.

“Tak hanya PNS, honorer juga mesti absen sidik jari sehingga ada laporan ke BKD. Kita (BKD) bisa masuk ke sistem untuk mengecek absensinya langsung,” jelas dia.

Sesuai Permendagri nomor 59 Tahun 2008 Tentang Disiplin Jam  Kerja bagi Pegawai di lingkungan  Kemendagri, ASN masuk kerja mulai sekitar pukul 08.00 WIB dan pulang kerja sekitar pukul 16.00 WIB.

“Jam 08.00 pagi sudah masuk. Cuma kami kasih batas (toleransi) waktu sampai jam 08.15. Sorenya begitu juga sampai jam 04.15 sore,” jelasnya.

Bagaimana jika seorang ASN harus tugas luar kota? “Itu bisa dengan SPT (Surat Perintah Tugas). SPT harus diupload di website kita,” jawabnya.

Demikian juga jelasnya, bila seorang ASN menerima tugas luar setelah absen pagi hari namun setelah tugas luar ASN tak mesti kembali lagi ke kantor karena pertimbangan jarak.

“Kalau tugasnya ke Kijang, kan tak mungkin balik lagi untuk absen di Buyu. Namun kalau tugasnya misalkan di Ceruk Ijuk dan selesainya misalkan jam 12, ya balik lagilah untuk absen,” kata dia.

“Namun kalau sudah absen datang di kantor tapi tak balek-balek lagi untuk absen pulang di kantor, absennya dianggap tak hadir,” katanya.

Dijelaskannya, maskud absensi ini untuk menegakkan kedisiplinan di pegawai dan mengantisipasi hal tidak diinginkan.

Terlebih dalam aturan Permendagri, bila pegawai tidak masuk dalam 5 hari maka bisa ditegur. Bila tak juga diindahkan maka bisa ditegur tertulis lagi.

“Saat ini sedang digodok aturannya bilamana ASN tak masuk selama 10 hari dalam akumulasinya selama setahun, bisa dipecat. Kalau selama ini kan 46 hari,” tutupnya. (met)