Metro Bintan

Dapat Rapor Merah, Kadis akan Dievaluasi

Isu mutasi Berhembus Kencang

batampos.co.id – Isu reshufel pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan berhembus kencang. Dikabarkan pekan depan, Bupati Bintan Apri Sujadi akan melakukan mutasi sejumlah pejabat yang menerima rapor merah.

Seorang pejabat di salah satu OPD Kabupaten Bintan membenarkan akan ada mutasi pejabat mulai eselon 4, 3 dan 2. Namun, lelaki ini mengaku belum menerima jadwal pelantikan.

“Biasanya dikabarkan mendadak,” kata dia.

Bupati Bintan Apri Sujadi mengatakan dirinya akan mengevaluasi seluruh perangkat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) termasuk Kepala OPD yang memiliki rapor merah. Rapor merah diberikan kepada perangkat OPD jika kinerjanya lamban,  tidak mencapai target serta serapan anggaran rendah.

“Seluruh OPD akan kita evaluasi, apalagi menjelang 3 tahun pemerintahan kita,”  ujarnya di Kantor Bupati Bintan, Bandar Seri Bentan, Jumat (4/1).

Selain itu, dirinya juga menerima masukan jika ada beberapa kendala teknis yang kerap dihadapi para kepala OPD khususnya dalam pelaksanaan kegiatan fisik dan pelayanan masyarakat. Namun untuk tahun 2019 dirinya meminta secara keseluruhan khususnya pelayanan kepada masyarakat dapat lebih ditingkatkan lagi.

“Beberapa PR dan masukan kami terima dari masyarakat harus lebih ditingkatkan khususnya peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Masih ditemukan lambannya kinerja beberapa OPD, seperti pelayanan kependudukan harus lebih ditingkatkan lagi, penciptaan sektor  lapangan kerja harus lebih banyak serta  pemberdayaan sektor UKM. 2019 ini, kita minta secara keseluruhan mampu diselesaikan,” ujarnya.

Selain itu, dirinya juga tidak menampik beberapa OPD juga sudah menunjukkan peningkatan kinerja secara signifikan. Menurutnya secara umum sektor pendidikan dan kesehatan mampu  terus berbenah, sektor investasi dan pariwisata juga mengalami peningkatan secara signifikan serta sektor pendapatan pajak daerah terus ditingkatkan setiap tahunnya.

“Pendapatan pajak daerah setiap tahunnya juga terus mampu ditingkatkan dari tahun-tahun sebelumnya, beberapa program juga kita evaluasi secara continue agar dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.

Diketahui sektor pendapatan daerah tahun 2017 mampu menyentuh angka Rp 181 miliar atau naik berkisar 17 persen dari selisih pendapatan Rp 26 miliar berbanding realisasi pendapatan sebesar Rp 155 miliar di tahun 2016. Lalu, untuk tahun 2018 dan 2019, target penerimaan Pajak Asli Daerah (PAD) juga lebih ditingkatkan apalagi  dengan pemasangan Tapping Box. (met)