Metro Bintan

Silakan Harga Naik, Tapi Jangan Langka

Usulan Hiswana Terkait HET Gas 3 Kg

ilustrasi

batampos.co.id – Usulan Hiswana Migas Kepulauan Riau terkait penyesuaian Harga Eceran Tertinggi (HET) gas LPG 3 kilogram (gas melon) sekitar Rp 19 ribu per tabung menuai beragam respon.

Warga Seri Kuala Lobam, T Sianturi menuturkan, penyesuaian HET gas LPG 3 Kilogram yang diusulkan Hiswana Migas Kepulauan Riau, secara pribadi tidak ada masalah.

Apalagi, bila menurut Hiswana Migas Kepri bahwa selama 10 tahun tidak terjadi penyesuaian HET gas LPG 3 Kilogram di wilayah Kabupaten Bintan.

Hanya, perlu diingat katanya, Hiswana dan berbagai pihak termasuk pemerintah harus memastikan pasokan dan distribusi gas LPG 3 Kilogram aman dan lancar di Kabupaten Bintan.

“Yang penting ketersediaannya terjamin. Jangan nanti harga naik tapi barang langka,” kata dia.

Sebab kelangkaan gas LPG 3 kilogram masih terjadi dan berulang.

Terlebih jika musim hari besar dan libur. Banyak masyarakat yang mengunakan gas LPG 3 Kilogram kesulitan mendapatkan tabung gas LPG 3 Kilogram di pangkalan karena kosong.

Sementara warga Tanjunguban Suroso merasa sedikit keberatan jika HET gas LPG 3 Kilogram naiknya menjadi Rp 19 ribu per tabung.

“Janganlah setinggi itu, mahal,” kata lelaki yang bekerja serabutan ini.

Dia berharap kenaikannya tidak terlalu tinggi. Karena selama ini HET gas LPG 3 kilogram di Tanjunguban berkisar Rp 14 ribu per tabung. Sedangkan di pangkalan bisa berkisar sekitar 16 ribu per tabung.

Sebelumnya, Ketua Hiswana Migas Kepri Adeck Helmi mengatakan, usulan ini dikarenakan sejak 2009, di wilayah Kabupaten Bintan belum dilakukan penyesuaian.

Usulan yang ditawarkan ke Pemkab Bintan sebesar Rp 19 ribu per tabung. Dia mengharapkan, setelah kenaikan ini semua pihak bisa sama-sama mengawasi HET gas LPG 3 kilogram sehingga pangkalan bisa menjual gas LPG dengan harga yang tertera di papan nama pangkalan.

Dia juga mengingatkan kepada pangkalan sebaiknya menyediakan timbangan, racun api dan wadah berisi air untuk mengantisipasi kebocoran gas.

Bupati Bintan, Apri Sujadi menyampaikan, pihaknya akan mengkaji dahulu terkait penyesuaian HET gas LPG 3 kilogram. Ia berharap penyesuaian HET gas LPG 3 kilogram tak melebihi Tanjungpinang.

“Kalau bisa di bawah atau setidaknya sama dengan (harga gas 3 kilogram) di Tanjungpinang,” harap dia. (met)