Metro Bintan

Luhut : Aktivitas di Laut Dipantau Satelit

Terbukti Buang Limbah, Kapal akan Ditangkap

Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan.F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos

batampos.co.id –¬†Kasus limbah minyak hitam atau sludge oil yang melanda wilayah pesisir Kabupaten Bintan nyaris setiap tahun ternyata mendapat perhatian Kementerian Koordinator (Kemenko) Kemaritiman Republik Indonesia.

Menteri Koordinator Kemaritiman RI Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, pihaknya sudah menerima laporan. Saat ini aktivitas kapal di wilayah perairan Kabupaten Bintan dimonitor dengan satelit.

“Ya itu sudah dilaporkan. Sekarang katanya sudah dimonitor dengan satelit untuk melihat kapal-kapal mana. (Kalau melangggar) kita tindak karena kita negara berdaulat,” katanya.

Jika ketahuan dan  terpantau satelit (membuang limbah di laut), ia mengatakan saat ini sudah dibangun sistemnya. Laporan berjenjang sehingga nantinya ada pihak yang diterjunkan ke lokasi.

“Ya itu (kalau ketahuan) kita tangkap. Kalau di dalam teritorial kita itu menjadi isu, kalau di luar teritorial kita, itu yang jadi masalah,” kata dia.

Dikatakannya turis di Provinsi Kepulauan Riau akan terus berkembang. Tahun 2018, penerimaan negara sektor wisata mencapai sekitar 16,6 juta US Dollar atau di atas target 15 juta US Dollar.

Oleh karena itu, masalah kebersihan menjadi kunci bersama baik dari masyarakat dan pemerintah daerah.

Sementara itu, Kepala Operasi PPLP Tanjunguban Samsul mengatakan, bahwa limbah yang mencemari pantai Lagoi bukan dari tubrukan kapal tanker dan kapal pekerjaan kabel bawah laut.

Menurutnya, limbah ini diduga dibuang dari pencucian tangki kapal dengan cairan kimia. Sehingga walaupun dicurigai kapal yang melakukan pembuangan limbah dengan modus sambil berlayar namun sangat sulit pembuktiannya.

“Karena limbahnya sudah dicuci dengan cairan kimia tadi,” katanya.

Kemudian limbah yang dibuang di laut menurutnya membutuhkan waktu yang lama untuk bisa sampai ke pesisir pantai.

“Tergantung gelombang dan angin,” kata dia.

Sampai saat ini sudah dibentuk tim daerah penanggulangan limbah minyak. Di tim ini terdapat berbagai instansi yang bertugas sesuai fungsinya masing-masing. Termasuk untuk penanganan limbah di pesisir pantai, katanya sejauh ini ada petugas kebersihan yang membersihkan di lapangan.

“Kasihan juga mereka kalau sudah musim minyak,” kata dia. (met)