Metro Bintan

Sekali Berobat, Pasien BPJS Dikenakan Biaya Rp 10 Ribu

Kartu BPJS Kesehatan.F.Istimewa

batampos.co.id –┬áPeserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan yang ingin berobat ke rumah sakit akan dikenakan biaya tambahan.

Biaya tambahan ini setelah Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menerbitkan aturan nomor 51 tahun 2018 Tentang Pengenaan Urun Biaya dan Selisih Bayar dalam Program Jaminan Kesehatan.

Kepala Bidang SDM Umum dan Komlik BPJS Cabang Bintan, Agus Rianto menjelaskan, rumah sakit yang ada di Bintan dengan kelas C sehingga peserta BPJS Kesehatan akan dikenakan biaya tambahan atau urun biaya sebesar Rp 10 ribu.

“Urun biayanya Rp 10 ribu untuk sekali rawat jalan,” kata dia pada Minggu (20/1).

Dalam aturan baru ini dimaksudkan untuk menekan layanan kesehatan yang dapat menimbulkan potensi penyalahgunaan di layanan kesehatan sehingga layanan kesehatan dibatasi dengan biaya kunjungan rawat jalan.

Dimana urun biaya peserta BPJS tergantung kelas di rumah sakit. Rumah sakit kelas A dan B, urun biaya dikenakan sebesar Rp 20 ribu sekali rawat jalan. Sedangkan rumah sakit kelas C, maka pasien BPJS dikenakan urun biaya sekitar Rp 10 ribu sekali rawat jalan.

Demikian juga rawat inap. Ia mengatakan urun biaya rawat jalan dan rawat inap beda besaran urun biayanya dan tergantung kelas rumah sakit.

Agus menjelaskan, besaran urun biaya rawat inap sekitar 10 persen dari biaya pelayanan dihitung dari total tarif INA CBG’s sekali rawat inap atau paling tinggi Rp 30 juta. Selanjutnya BPJS Kesehatan akan membayar klaim rumah sakit dikurangi urun biaya. Urun biaya dibayarkan oleh peserta BPJS Kesehatan kepada fasilitas kesehatan setelah layanan kesehatan diberikan.

Dia juga menegaskan, urun biaya ini tidak berlaku bagi peserta JKN KIS dari segmen Penerima Bantuan Iuran dan penduduk yang didaftarkan oleh pemerintah daerah. (met)