Metro Bintan

Banyak Dewan Tak Hadir di PAW Harbaiyah

Dilantik Gantikan Arif Jumana

Harbaiyah saat diambil sumpah janjinya sebagai anggota DPRD Bintan di ruang rapat Kantor DPRD Bintan, Selasa (22/1) siang. F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos

batampos.co.id – Banyak anggota DPRD Kabupaten Bintan mangkir saat rapat paripurna pengucapan sumpah atau janji penganti antar waktu (PAW) anggota DPRD Kabupaten Bintan, Harbaiyah mengantikan Arif Jumana dari Fraksi PAN di Ruang Rapat Kantor DPRD Kabupaten Bintan di Bandar Seri Bentan, Selasa (22/1).

Bahkan di awal sidang, pimpinan sidang, Nesar Ahmad mengskorsing sidang selama satu jam. Tiga dari 8 anggota DPRD Kabupaten Bintan yang menghadiri sidang justru melakukan aksi walk out.

Nesar Ahmad mengatakan, skorsing dilakukan karena jumlah anggota dewan tidak memenuhi kuorum. Selain itu, penundaan sidang sesuai tata tertib sidang paripurna.

Jika 1 jam skorsing tak juga ada anggota yang datang, ia mengatakan, pihaknya tetap akan melakukan sumpah atau janji PAW Harbaiyah mengantikan Arif Jumana sesuai Permendagri Nomor 12 Tahun 2018.

Dia meminta maaf ke tamu undangan yang hadir karena banyak anggota dewan yang tidak menghadiri sidang paripurna.

“Banyaknya teman-teman anggota dewan yang tidak hadir sudah merusak citra dewan. Saya malu terlalu malu,” katanya.

Dia juga mengakui, ada beberapa anggota dewan yang sudah mengajukan izin. Diantaranya Zulkifli, Hasriawadi dan Bani Suparti. Sedangkan lainnya, tidak hadir tanpa keterangan.

Ketua Fraksi PAN DPRD Bintan Hesti Gustrian mengaku kecewa dengan banyaknya anggota dewan yang tidak hadir.

“Saya mencium ada aroma memblokir jalannya sidang ini supaya tidak berjalan semestinya,” kata Hesti.

Hesti juga sempat mengajukan protes saat pimpinan sidang menskorsing sidang selama 1 jam. Menurutnya, dalam aturan baru ada dua sidang paripurna. Pertama sidang paripurna penganggaran keputusan dan kedua sidang paripurna pengumuman.

“Ini kan paripurna pengumuman, tidak harus kuorum,” kata dia akhirnya setuju mengikuti tata terib sidang untuk skorsing 1 jam.

Setelah skorsing dilakukan, sidang kembali dibuka sekitar pukul 11.50 WIB. Hanya Anggota DPRD Bintan Muhammad Zuhdi dan Wakil Ketua DPRD Bintan Agus Wibowo memilih keluar dari ruangan alias walk out.

Agus Wibowo usai walk out dari ruangan sidang mengatakan, ini bukan soal boikot memboikot. Dia menilai seharusnya dirembukkan dulu bukan macam Taman Kanak – Kanak jadinya.

Dia mengatakan, dirinya tidak dilibatkan dalam keputusan yang diambil. Bahkan menurutnya, pimpinan tidak melakukan musyawarah mufakat.

“Saya melihat sudah semacam pimpinan di perusahaan,” katanya.

Ketua DPRD Kabupaten Bintan, Nesar Ahmad menanggapi hal ini. Menurutnya, pihaknya sudah mengundang semua Bamus. Bahkan dia mengatakan hanay 8 dari 12 orang Bamus hadir dalam rapat itu.

“Sudah kita undang. Silakan saja dia mau ngomong apa, yang penting Bamus sudah memenuhi kuorum,” katanya menanggapi tudigan Agus Wibowo tentang dirinya.

Harbaiyah, anggota dewan yang baru diambil sumpahnya menanggapi banyaknya dewan tidak hadir saat itu dengan tenang.

“Biasa itu namanya dunia politik, tak ada yang pasti. Sebentar berubah sebentar berbalik arahnya,” katanya.

Dia mengatakan, ini sudah haknya karena sudah memperjuangkan sejak 2015.

“Saya tidak merasa deg-degan, saya sudah pelajari. Saya pada prinsipnya apa yang diamanahkan ke saya.  Biarkan saja mereka tidak suka. Kita akan menyesuaikan. Musuh itu di mana-mana aja ada. Kalau saya tetap konsekuensi dengan tugas dan tanggungjawab,” tutup wanita yang akan menjabat selama 7 bulan mendatang. (met)