Metro Bintan

HET Gas Melon Rp 17.500 per Tabung

Bintan Terbagi 3 Zona

Tim gabungan sidak ke pangkalan Seng Khong di Kampung Kamboja, Tanjunguban, Kamis (13/12). F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos

batampos.co.id – Harga Eceran Tertinggi (HET) Gas LPG Tabung 3 Kilogram (Melon) dikabarkan naik dari Rp 14.500 per tabung menjadi Rp 17.500 per tabung di wilayah Tanjunguban sekitarnya.

Namun, rencana kenaikan HET gas LPG 3 Kilogram mulai Rabu (23/1) kemarin justru batal diberlakukan.

“Tidak tahu pak kenapa dibatalkan. Harusnya hari ini (Rabu) sudah naik. Di Tanjunguban sekitarnya menjadi Rp 17.500 per tabung, Kijang sekitarnya Rp 18.000 per tabung dan di sejumlah pulau naik menjadi Rp 21.000 per tabung,” jelas Alang, agen gas LPG tabung 3 Kilogram dari PT. Mitra Cipta Abadi Mulia.

Dia mengakui selebaran pengumuman mengenai kenaikan HET gas LPG tabung 3 Kilogram dengan mencantumkan SK Bupati Bintan telah beredar di beberapa pangkalan.

“Mungkin masih ada yang mau disampaikan lagi. Namun mungkin Jumat atau Sabtu sudah diberlalukan harga yang baru,” kata dia.

Dalam selebaran yang diterima Batam Pos, tertera pengumuman HET gas LPG 3 Kilogram naik menjadi 17.500 per tabung sesuai SK Bupati Bintan Nomor 52/1/2019.

Ketua DPC Hiswana Kepri, Adeck Helmi membenarkan kenaikan HET gas LPG 3 Kilogram di Bintan. Dia juga mengakui ada beberapa wilayah yang harganya berbeda-beda.

Sekda Bintan, Adi Prihantara juga membenarkan HET gas LPG 3 Kilogram sudah diputuskan naik setelah rapat bersama Hiswan Kepri.

“17.500 per tabung di wilayah Tanjunguban, Kijang 18.000 per tabung dan di pulau seperti Mantang menjadi Rp 21.000 per tabung,” kata dia.

Kenaikan ini, lanjutnya sudah disetujui Bupati Bintan. Karena Bupati meminta HET Bintan lebih rendah dari Tanjungpinang.

“Sumber gasnya ada di Bintan, kemudian margin angkutannya bukan gasnya saja,” katanya.

Sementara itu Kepala Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) Kabupaten Bintan, Dian Nusa mengatakan dirinya belum menerima SK Bupati Bintang terkait penyesuaian HET gas LPG.

“Rapatnya baru besok Kamis,” ujarnya.

Namun dia meminta kepada pangkalan untuk mencantumkan plang izin usaha dan HET gas LPG 3 Kilogram yang baru. Pangkalan juga diminta menyediakan racun api, timbangan safety dan ember air untuk mendeteksi ada bocor atau tidak.

“Kita juga akan mengawasi bersama Hiswana dan agen supaya tidak ada lagi yang nakal,” tutup dia. (met)