Metro Bintan

Dugong Terdampar di Pantai Sebong Pereh

Diduga Mati di Laut, Terbawa Arus ke Pantai

Tim BPSPL dan DSCP site Bintan mengidentifikasi dugong yang terdampar di Pantai Pesisir Sebong Pereh, Jumat (25/1) pagi. F.Facebook BPSPL Padang

batampos.co.id –┬áDugong ditemukan mati terdampar di Pesisir Pantai Desa Sebong Pereh Kecamatan Teluk Sebong Kabupaten Bintan pada Jumat (25/1) sekitar pukul 09.00 WIB.

Informasi dihimpun dari laman facebook Balai Pengelolaan Sumber daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Padang Satuan Kerja (Satker) Tanjungpinang bahwa mereka menerima laporan warga bernama Ari.

Tim akhirnya melakukan koordinasi dengan Dugong and Seagrass Conservation Project (DSCP) site Bintan. Dua instansi ini menindaklanjuti laporan dari masyarakat tersebut dengan mengidentifikasi dugong di lokasi penemuan.

Dari identifikasi tersebut, ternyata bangkai dugong berjenis kelamin betina ini sudah membusuk dengan perut pecah. Kepala dugong juga sudah tidak utuh, sirip kanan tinggal tulang.

Dugong dengan panjang sekitar 299 sentimeter, lingkar badan 165 sentimeter, lenar ekor 60 sentimeter, dan lebar sirip 34 sebtimeter dengan estimasi berat sekitar 200 kilogram ini dikuburkan tidak jauh dari lokasi penemuan.

Head Manager Dugong and Seagrass Conservation Project (DSCP) site Bintan, Siti Kusniati membenarkan kejadian ini.

Wanita yang akrab disapa Atik ini mengatakan, diduga dugong sudah mati di laut. “Pas air laut pasang, dogong terbawa arus ke pesisir Pantai Sebong Pereh,” katanya.

Dia mengatakan, DSCP site Bintan bersama BPSLP sempat mengidentifikasi dan menyimpulkan dugong sudah mengalami pembusukan tingkat tinggi.

Setelah dilakukan pengukuran terhadap tubuh dugong, akhirnya dugong dikuburkan di lokasi tak jauh dari lokasi penemuannya. (met)