Peristiwa

Berpegangan Tong Fiber, Tiga Nelayan Terombang ambing di Laut

Usai Kapal Tenggelam

Ilustrasi

batampos.co.id – Tiga nelayan asal Bintan berpegangan tutup kotak atau tong fiber terombang-ambing di antara perairan Pulau Nikoi dan Batu Pulau Buru, Kabupaten Bintan pada Minggu (27/1) pagi.

Informasi yang dihimpun di lapangan, kapal yang membawa tiga nelayan masing-masing bernama Jupri sebagai tekong warga Galang Batang, Andi warga Masiran Kawal dan Ande warga Galang Batang tenggelam.

Kemudian ketiganya berupaya menyelamatkan diri dengan berpegangan pada tutup kotak fiber.

Saat terombang-ambing di perairan Bintan, ketiganya dikabarkan ditemukan nelayan Berakit yang kebetulan melaut. Kemudian mereka dievakuasi ke daratan.

Kasi Ops Kantor Pencarian dan pertolongan Klas A Tanjungpinang Eko Suprianto mengatakan, kabar yang beredar awalnya ketiganya sudah berhasil diselamatkan nelayan, namun belum bisa dipastikan karena belum diketahui ketiganya di evakuasi ke mana.

“Masih dicek kebenaran ke instansi terkait dan masyarakat terkait korban ditemukan,” katanya.

Namun, ia mengatakan, informasi terbaru bahwa benar ketiganya masih di atas tong fiber di laut.

“Benar info dari Pak RT Galang Batang bisa komunikasi dengan mereka dan mereka masih di atas tong feber, makanya dengan info tersebut Kepala kantor menggerakan KN bhisma unt pencarian,” katanya.

Saat ini Kantor Pencarian dan pertolongan Klas A Tanjungpinang mengerakan KN Bhisma untuk melaksankan pencarian.

“Korban belum ditemukan,” katanya. (met)