Peristiwa

Dihantam Gelombang, Pompong Nelayan Tenggelam

7 jam terombang ambing di Laut

Tiga nelayan yang terombang ambing di laut setelah kapal pompong mereka dihantam ombak dan tenggelam berhasil diselamatkan tim gabungan, kemarin. F.Polsek Gunung Kijang untuk Batam Pos

batampos.co.id –┬áSebuah pompong tenggelam di dekat perairan Mapur Kabupaten Bintan pada Minggu (27/1) sekitar pukul 14.00 WIB.

Tiga nelayan masing-masing bernama Jupri, 19, warga Galang Batang, Andi, 16, warga Masiran Galang Batang dan Andi, 46, warga Galang Batang hanyut.

Ketiganya berusaha menyelamatkan diri dengan berpegangan pada kotak atau tong fiber dan terombang ambing di laut selama lebih kurang 7 jam.

Kepada petugas, Jufri menuturkan bahwa sekitar pukul 03.00 WIB, dia bersama dua nelayan lainnya melaut ke arah Berakit dengan kapal pompong ukuran 36 kaki.

“Jam 7 pagi pompong mereka dihempas gelombang,” kata Kapolsek Gunung Kijang AKP Dunot P Gurning.

Kejadian itu menyebabkan pompong pecah di bagian bawah yang berakibat kapal pompong tenggelam.

“Ketiganya menyelamatkan diri menggunakan dengan tutup fiber penyimpan ikan yang mereka bawa,” katanya.

Sekitar pukul 10.30 WIB, ia mengatakan pihaknya menerima laporan dari Ketua RT Masiran, Desa Galang Batang.

“Pak RT melaporkan ada boat warganya pecah di laut sekitar pulau Nikoi,” katanya.

Selanjutnya anggotanya melakukan koordinasi dengan pihak Basarnas Tanjungpinang untuk melakukan pencarian di lokasi dugaan hanyut di laut sebelah utara Pulau Sentut.

“Kita berangkat menggunakan kapal ikan KM PJK GT.28NO.004/GGF milik saudara Akok,” katanya.

“Jam 2 siang tadi, mereka ditemukan selamat,” katanya. Artinya sekitar 7 jam tiga nelayan tersebut terombang ambing di laut.

Kasi Ops Kantor Pencarian dan Pertolongan Klas A Tanjungpinang, Eko Suprianto mengatakan, ketiga nelayan yang hanyut sudah ditemukan selamat dan dalam perjalanan kembali ke Kawal.

“Saat ini kan masih angin utara, angin kencang dan ombak tinggi. Kemungkinan tenggelamnya kapal karena faktor ini,” dia menyimpulkan. (met)