Peristiwa

Polisi Gagalkan Pengiriman TKI Ilegal ke Malaysia

Diminta Rp 3,5 Juta per Orang

Para pelaku pengiriman TKI secara ilegal ke Malaysia diinterogasi penyidik Polsek Bintan Utara, Jumat (25/1). F.Polres Bintan untuk Batam Pos

batampos.co.id – Kepolisian Resor Bintan mengagalkan upaya pengiriman lima calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal ke Malaysia.

Lima calon TKI ilegal tersebut masing-masing bernama Lalu Abdul Hafif, Sainin, Randi, Muh Suryawan dan Habibi. Dimana TKI diminta menyetor uang sekitar Rp 3,5 juta per orang untuk bisa masuk ke Malaysia.

Pengagalan dilakukan Unit Reskrim Polsek Bintan Utara setelah menerima informasi akan dilakukan pengiriman TKI ilegal di pinggiran sungai mangrove Sungai Tongkang, Desa Sebong Lagoi Kecamatan Teluk Sebong Kabupaten Bintan pada Jumat (25/1) sekitar pukul 19.00 WIB.

Informasi yang dihimpun di lapangan, pelaku berinisial AMR memperoleh pekerjaan untuk pengiriman TKI dari seorang lelaki berinisial SM di Batam. SM saat ini ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO).

Kemudian AMR bersama tersangka lainnya CRW menjemput para TKI ke Batam dengan membawa mobil. Selanjutnya mereka menyeberang dari Batam ke Tanjunguban dengan menaiki kapal RoRo.

Setelah tiba di Tanjunguban, para TKI langsung dibawa ke Sungai Tongkang Desa Sebong Lagoi. Di sana sudah menunggu pelaku lainnya AM. AM bersama anak buahnya SA akan membawa lima TKI itu masuk ke Malaysia dengan ilegal.

Tidak jauh dari sungai tersebut, ada tersangka lainnya berinisial JH yang bersembunyi di semak rawa-rawa. Tugasnya memantau bila mana situasi tidak memungkinkan, dia akan berpura-pura melepaskan tembakan dari senjata angin ke udara.

Kasat Reskrim Polres Bintan AKP Yudha Suryawardana mengatakan, awalnya pihaknya menerima informasi akan dilakukan pengiriman TKI secara ilegal. TKI ini akan diselundupkan ke Malaysia dengan boat pancung.

Setelah mematangkan rencana penangkapan, petugas bergerak ke lokasi dituju. Di sana, petugas menangkap 1 orang tekong yang akan mengirimkan 5 TKI secara ilegal.

“Kita bawa mereka ke Polsek Bintan Utara,” katanya.

Dari pengembangan, tekong mengaku ada pihak pengurus yang membiayai pengiriman TKI secara ilegal ke Malaysia.

Akhirnya petugas kembali ke lapangan untuk menangkap beberapa nama yang sudah dikantongi.

“Lalu kami amankan 4 orang tersangka lainnya, masing-masing berinisial AM, CRW, SA, AMR dan JH dengan peran yang berbeda – beda,” katanya.

Petugas juga mengamankan barang bukti berupa uang, paspor, tiket RoRo, boat pancung dan handphone.

Atas perbuatannya, lima tersangka disangkakan Pasal 81 junto pasal 69 UU NO 18 Tahun 2017 Tentang Perlindungan Pekerjaan Migran Indonesia dengan ancaman kurungan penjara maksimal 10 tahun. (met)