Peristiwa

Ditangkap Kasus Narkoba, Pemuda asal Kijang Batal Nikah

DRA saat diperiksa di ruang penyidik, Senin (28/1) siang. Dia terpaksa menunda pernikahan karena ditangkap kasus penyalahgunaan narkotika. F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos

batampos.co.id – Seorang pemuda inisial DRA, 23, terpaksa menunda pernikahan setelah ditangkap polisi karena kasus penyalahgunaan narkotika jenis sabu.

Pemuda yang bekerja serabutan ini ditangkap bersama dua pelaku kasus penyalahgunaan narkotika lainnya, IR, 33, dan MM, 30 di tempat berbeda.

DRA mengatakan, seyogyanya akan menikahi gadis pujaannya bulan Maret mendatang. Namun karena ditangkap polisi atas kasus penyalahgunaan narkotika, DRA mengaku harus menunda pernikahan.

“Kekuarga saya dan keluarga calon mertua dan calon istri sudah ke sini (menjenguk),” kata pemuda yang mengenakan baju tahanan ini saat ditemui di kantor polisi, Senin (28/1) siang.

“Kedua keluarga sepakat menunda pernikahan. Keluarga minta ke saya banyak banyak bersabar dan tabah.”

Dia juga mengatakan, sebenarnya sudah memesan undangan namun belum dicetak. Baju pengantin juga sudah disiapkan.

“Kami sudah ke mak andam. Kalau undangan memang belum disebar, sudah dipesan saja namun belum dicetak,” kata dia.

Dia menceritakan, sebenarnya dia memesan sabu karena ada orang lain yang memesan.

“Ada yang pesan. Kalau saya sudah lama tidak pakai. Dulu emang makai. Lalu calon abang ipar yang mengarahkan belinya di mana,” kata dia.

Kasatresnarkoba Polres Bintan, AKP Nendra Madya Tias mengatakan, ada tiga pelaku kasus penyalahgunaan narkoba yang diamankan di lokasi berbeda.

Dijelaskannya, penangkapan bermula dari informasi masyarakat. Berawal dari penangkapan pelaku inisial DRA pada Selasa (22/1) sekitar pukul 17.00 WIB di kediamannya di Kelurahan Kijang Kota Kecamatan Bintan Timur.

Dari tangannya, polisi menemukan 1 paket sabu dalam plastik bening yang disimpan dalam amplop warna putih dibalut kertas koran. Polisi juga menyita handphone dan sepeda motor.

Barang haram tersebut dipesan dari calon kakak iparnya, inisial MM. Kemudian, polisi melakukan pengembangan dan menangkap MM di Kedai Kopi Pemuda Batu 4 Tanjungpinang pada Jumat (25/1) sekitar pukul 23.00 WIB.

“Waktu ditangkap, anggota tidak menemukan barang bukti,” kata mantan Kasatresnarkoba Polres Karimun.

Polisi kemudian mengembangkan kasus ini hingga mengantongi pelaku lainnya inisial IR.

IR diamankan pada Sabtu (26/1) sekitar pukul 00.30 WIB di kediamannya di Kelurahan Kijang Kota Kecamatan Bintan Timur. Dari pengeledahan di kamarnya, petugas menemukan 3 paket sabu.

Kemudian dari pengeledahan di rumah tersebut, disita 4 paket sabu yang disimpan dalam kotak bedak yang ada di dalam lemari. Disita juga 1 alat isap dan 1 unit handphone.

“IR mengakui barang miliknya. Dia dapatkan dari KTK melalui RN yang masih DPO. Masih dalam pengembangan,” tutupnya. (met)