Peristiwa

Dua Kali Selundupkan TKI Ilegal ke Malaysia

Polisi menggiring para pelaku penyelundupan TKI secara ilegal ke Malaysia di Mapolsek Bintan Utara, Senin (28/1). F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos

batampos.co.id – Penyelundupan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal ke Malaysia dengan boat pancung melalui Sungai Tongkang Desa Sebong Lagoi Kecamatan Teluk Sebong Kabupaten Bintan ternyata sudah dua kali dilakukan.

“Sudah lewat dua kali, 1 kali ini ditangkap sama Polsek,” kata Kasat Reskrim Polres Bintan, AKP Yudha Suryawardana, Senin (28/1).

Yudha menjelaskan, sebenarnya pihaknya sudah lama mengintai aksi penyelundupan TKI ilegal tersebut ke Malaysia.

“Waktu kita datang, mereka sudah keluar. Jadi mobil kita dengan merek berpapasan,” kata dia.

Yang rencana aksi pengiriman TKI ilegal yang ketiga, ia mengatakan, anggota Polsek Bintan Utara sudah mengintai selama 3 hari di lokasi tersebut.

“Kita sudah menyemak tiga hari di sana,” katanya.

Saat menerima informasi akan ada pengiriman TKI ilegal, pihaknya langsung mengintai dan menangkap para pelaku. Saat itu pihaknya mengamankan Amirullah koordinator pengiriman TKI ilegal ke Malaysia.

“Amirullah bersama anak buahnya Ricky kemudian tekong dan anak buahnya dan 1 orang lagi si mamat yang mengintai di lokasi,” kata dia.

Upah yang mereka terima bervariasi, ia menyebut, untuk tekong diupah sekitar Rp 1 juta, sedangkan anggotanya berkisar Rp 500 ribu.

Dari pengembangan, pihaknya mengantongi nama lelaki berinisial SM warga Batam yang saat ini ditetapkan sebagai DPO.

“Malam itu si SM sudah hilang. Kita datangi ke rumahnya sudah tidak ada, nomor hapenya juga sudah tidak aktif lagi,” katanya.

Terkait kasus ini, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinsos Bintan dan Balai Pelayanan, Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP3TKI) Tanjungpinang terkait tindak lanjut penanganan lima orang TKI ilegal.

“Tindaklanjut korbannyalah. Ya ujung-ujungnya akan dipulangkan,” kata dia.

Sementara itu, koordinator pengiriman TKI ilegal ke Malaysia, Amirullah mengatakan, sudah dua kali memasukkan TKI ke Malaysia.

Tugas dirinya sebatas mengirimkan TKI secara ilegal ke Malaysia dengan boat pancung.

“Di sana sudah ada yang jemput. Kita tidak tahu, sudah ada yang koordinasi di sana,” kata dia singkat. (met)