Metro Bintan

Peserta BPJS Terpaksa Bayar

Biaya Berobat di 4 Poli Tak Bisa Diklaim

Suasana pendaftaran dan pelayanan di RSUD EHD Provinsi Kepulauan Riau di Tanjunguban, Jumat (1/2) lalu. F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos

batampos.co.id –┬áPeserta BPJS Kesehatan terpaksa membayar biaya pengobatan sendiri apabila ingin menerima 4 layanan poli di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Engku Haji Daud (EHD) Provinsi Kepulauan Riau di Tanjunguban.

4 layanan poli tersebut ialah layanan poli mata, poli THT, poli ortopedi dan poli gigi.

Seorang warga Tanjunguban, miswanto mengatakan, sudah sejak akhir 2018, 4 layanan poli di RSUD di Tanjunguban tidak menerima layanan BPJS Kesehatan.

Sementara peserta BPJS Kesehatan terus membayar iuran BPJS setiap bulan. “Kita tidak pernah berhenti membayar (iuran) tapi layanan di 4 poli tidak menerima layanan BPJS,” kata dia.

Dia sempat menanyakan hal ini ke rumah sakit. “Jawaban rumah sakit belum masuk akal, katanya menunggu izin, sementara masyarakat terus membayar iuran tidak pernah berhenti,” kata dia.

Sementara ketika ditanyakan hal ini ke BPJS. “Jawabnya mou dengan dokter masih dibuat pada 2019 ini,” kata dia.

“Kenapa harus sampai lama pengurusan izin dan MoU nya. Pelayanan publik seharusnya diperhatikan,” kata dia menambahkan.

Humas RSUD EHD Provinsi Kepulauan Riau di Tanjunguban, Iranti mengakui 4 poli di rumah sakit tidak melayani peserta BPJS.

“Ada kelengkapan (adminsitrasi) dokter yang harus dilengkap, misalkan dokter gigi harus memperpanjang STR (Surat Tanda Registrasi) dan SIP (Surat Izin Praktek). Ini masih dalam proses. Kalau tidak lengkap STR dan SIP, di sistem online BPJS tidak ada, terlebih pendaftaran peserta BPJS sekarang online,” jelasnya.

Sedangkan 3 layanan poli lainnya dilakukan dokter tamu. Secara aturannya, apabila dokter sudah praktek di 3 tempat maka bila ingin menggunakan jasa dokter tersebut, katanya, pihaknya harus bermitra dengan rumah sakit yang memiliki dokter STR dan SIP.

“Istilahnya kita pinjam dokter minta bantuan dari RSAL,” kata dia menambahkan saat ini masih proses kerja sama kembali dengan RSAL Tanjungpinang.

Kendati peserta BPJS tidak ditanggung biaya pengobatannya untuk 4 layanan poli tersebut, namun katanya dokter tetap ada melayani pasien di rumah sakit tersebut.

“Tidak dilayani sebagai peserta BPJS karena sistem BPJS otomatis tertutup karena ada persyaratan layanan untuk 4 layanan poli yang masih dalam proses. Sehingga biaya berobat menjadi tanggungan pasien sendiri. Kalau Dokter tetap ada, standby melayani pasien,” tutupnya.

Sementara Kabid SDM Umum dan Komunikasi Publik BPJS Kesehatan cabang Bintan, Agus Rianto ketika dihubungi, Jumat (1/2) mengatakan, pada prinsipnya BPJS Kesehatan berkerjasama dengan rumah sakit. Dimana, BPJS menanggung klaim pasien BPJS dengan ketentuan dokter yang memiliki STR dan SIP di rumah sakit tempat dokter bekerja.

Kendalanya, pihak RSUD EHD Tanjunguban belum melakukan perpanjangan izin praktek dokter tersebut dengan rumah sakit yang memiliki dokter SIP diantaranya RSAL Tanjungpinang. Sehingga biaya pengobatan belum bisa diajukan klaimnya.

Dikatakannya, pihaknya sudah mengimbau ke RSUD EHD Tanjunguban untuk segera menyediakan dokter dengan STR dan SIP. Namun, sampai saat ini sepertinya belum ada kesepakatan kembali kerja sama antara RSUD EHD Tanjunguban dengan RSAL Tanjungpinang.

“Kita juga sudah mengimbau ke faskes I supaya merujuk peserta BPJS ke rumah sakit yang memiliki dokter STR dan SIP, diantaranya ke rumah sakit yang ada di Tanjungpinang,” tutupnya. (met)