Hukum-Kriminal

Pantai Bintan Tercemar Limbah Minyak Hitam

Jaring Nelayan Rusak, Wisatawan Terganggu

Satpolair Polres Bintan turun bersama masyarakat ke lokasi pantai yang tercemar limbah minyak hitam di Pantai Sebong Pereh, Kecamatan Teluk Sebong, Senin (11/2) siang. F.Satpolair Polres Bintan untuk Batam Pos

batampos.co.id – Limbah minyak hitam atau sludge oil kembali menyerang sepanjang pesisir pantai bagian utara Pulau Bintan, Senin (11/2).

Limbah ini menyebabkan alat tangkap nelayan berupa jaring ikan kotor dan rusak. Selain itu, limbah minyak hitam juga membuat wisatawan menjadi tidak nyaman.

Loading...

Warga Sakera, Heri, 40, menuturkan, setiap musim angin utara, limbah minyak hitam selalu mencemari pesisir pantai wisata Sakera Tanjunguban. Limbah ini datang dari tengah laut dan terbawa ombak hingga mengotori pasir di pinggir pantai.

Dia mengatakan, akibat limbah minyak hitam membuat pengunjung tidak bisa menikmati pantai karena mereka terinjak minyak hitam yang lengket di pasir.

Sejauh ini, katanya, limbah minyak hitam yang mencemari pantai selalu dibersihkan sendiri.

Sementara itu, Ketua RW 001 Desa Sebong Pereh, Arman, 48, mengatakan hal senada. Limbah minyak hitam selalu menyerang pesisir pantai Sebong saat musim angin utara. Akibatnya jaring nelayan kotor dan rusak karena terkena limbah minyak hitam.

Warga lainnya, Yudi, 45, yang bekerja sebagai sekuriti di Lagoi juga membenarkan saat ini limbah minyak hitam mencemari pantai Club Med Lagoi.

Kejadian tahunan ini  membuat turis yang bermain di pantai terinjak limbah minyak hitam yang lengket di pasir. Sejauh ini kalau ada limbah minyak hitam, pihaknya berupaya membersihkannya, namun limbah minyak hitam ini kembali terbawa ombak ke pantai.

Kasatpolair Polres Bintan, AKP Suardi mengatakan, pihaknya bersama Lurah Tanjunguban Utara dan masyarakat sudah mengecek ke sejumlah lokasi pesisir pantai di bagian utara Pulau Bintan.

Limbah minyak ini katanya, telah mengotori pantai Sekera, Pantai  Sebong Pereh, dan pantai di Kawasan Pantai Wisata Lagoi.

“Tadi Kanit Gakkum Iptu Rusliyatna dan Kasubnit tindak Bripka Yoyok Sumantri sudah ke lokasi dan bersama pemerintah kelurahan dan pengelola hotel membersihkan limbah minyak hitam yang mengotori pantai tersebut,” kata dia.

Dikatakannya, pencemaran ini sudah menjadi langganan setiap tahunnya ketika memasuki musim utara.

Hingga saat ini ia mengatakan, solusi dari pencemaran ini ialah membersihkannya secara bersama sama. Oleh karena itu, pihaknya mengajak semua pihak untuk saling peduli terhadap permasalahan lingkungan yang terjadi.

“Solusinya sementara ini, kita bersama-sama membersihkan pantai yang tercemar,” kata dia. (met)

Loading...