Metro Bintan

BMKG : Jangan Buka Lahan dengan Cara Dibakar

Suhu Udara Tinggi, Angin Bertiup Kencang

Kebakaran hutan di sejumlah titik yang terjadi di sepanjang jalan raya Busung ke Simpang Busung Kecamatan Seri Kuala Lobam, Senin (11/2) sore membuat jarak pandang pengguna jalan menjadi terbatas. F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos

batampos.co.id – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tanjungpinang mengeluarkan peringatan dini waspada potensi terjadinya hotspot atau titik panas akibat adanya kebakaran lahan, hutan maupun pemukiman yang mungkin terjadi di wilayah Pulau Bintan.

Hal ini diakibatkan suhu udara yang tinggi dan serta tiupan angin yang cukup kencang.

Hal ini disampaikan Kepala BMKG Tanjungpinang, Dhira Utama kepada Batam Pos, Selasa (12/2).

Dia juga mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan dibakar. Terlebih saat ini cuaca panas melanda wilayah Pulau Bintan sehingga mudah sekali terjadi pemicu potensi kebakaran.

“Dari parameter cuaca untuk potensi kebakaran terutama kebakaran hutan sangat mudah sekali terjadi,” katanya.

Dia mengatakan, suhu saat ini masih berkisar 24-33 derajat celcius. Kategori ini masih normal untuk suhu rata-rata di wilayah Pulau Bintan pada  Februari ini.

Menurutnya, panas yang dirasakan saat ini memang disebabkan keadaan cuaca yang cerah dan terik hujan yang kurang. Kemudian disebabkan pula keadaan lingkungan di perkotaan yang padat penduduk dan jumlah kendaraan yang menambah udara semakin gerah atau panas.

Diakuinya, untuk wilayah Kepulauan Riau khususnya Pulau Bintan pada Februari ini, rata-rata intensitas hujannya memang sedikit.

Namun lanjutnya, potensi hujan ringan sampai sedang masih berpotensi terjadi di wilayah Pulau Bintan.

Dia memperkirakan hujan ringan sampai sedang akan terjadi antara tanggal 13 hingga 17 Februari 2019 mendatang.

“Namun bersifat lokal,” kata dia. Sementara itu, Kapolres Bintan AKBP Boy Herlambang menyampaikan pada Senin (11/2) terjadi 3 titik kebakaran di jalan raya Busung.

Pertama di kiri dan kanan jalan Lintas Barat tepatnya di samping SMP Desa Busung sekitar 200 meter dari jalan. Kedua di blok 9 lahan milik PT. SBP jalan raya Busung dan blok 5 lahan milik PT. SBP jalan raya Busung.

Dengan meningkatnya suhu cuaca dan angin kencang, ia mengimbau agar masyarakat tidak membuka lahan dengan dibakar dan membakar sampah sembarangan.

Karena bisa memicu terjadinya kebakaran lahan dan hutan. Dia juga menyampaikan, untuk penyebab  kebakaran hutan ini masih dilidiknya. (met)