Metro Bintan

Honorer RSUD Berharap Terdata di BKD

RSUD Engku Haji Daud (EHD) Provinsi Kepri.F.Istimewa

batampos.co.id –¬†Sejumlah tenaga kerja harian lepas (TKHL) atau disebut tenaga honorer kantor yang bekerja di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Engku Haji Daud (EHD) Provinsi Kepulauan Riau di Tanjunguban berharap nama – nama mereka masuk dan terdata di dalam database BKD Provinsi Kepulauan Riau.

Seorang tenaga honorer kantor, Irza Surya Idham menuturkan, dia sudah mengabdi sebagai tenaga honor kantor sejak tahun 2007 di RSUD EHD Provinsi Kepulauan Riau.

“Sekarang sudah ada 180 orang jumlah tenaga honor kantor,” kata lelaki yang bertugas sebagai sopir ambulans di rumah sakit pelat merah tersebut.

Setiap tahun, mereka dikontrak oleh rumah sakit. Kalau sistemnya seperti ini terus setiap tahun, menurutnya tidak akan ada harapan diangkat untuk menjadi honor daerah atau Pegawai Tidak Tetap (PTT).

Dia juga berharap tenaga honorer honorer kantor di RSUD EHD Provinsi Kepulauan Riau ini bisa dimasukkan nama namanya di dalam database BKD Provinsi Kepulauan Riau.

“Bagaimana nama-nama kami bisa masuk di database BKD. Karena kami sudah lama bekerja cuma data kami informasi staf BKD tidak ada di database BKD,” keluh dia.

Sementara itu, Kasubag Kepegawaian RSUD EHD Provinsi Kepulauan Riau Amat Naseb menjelaskan tenaga honorer kantor RSUD EHD atau disebut TKHL (Tenaga Kerja Harian Lepas) sebenarnya sudah masuk dalam database BKD.

“Kalau belum masuk, bagaimana mereka absen dengan finger print. Hanya status mereka saja TKHL,” kata dia.

Dia menjelaskan, honor daerah atau Pegawai Tidak Tetap (PTT) Provinsi Kepulauan Riau sebenarnya sama dengan TKHL. Hanya jika PTT, SKnya ditandatangani Gubernur, kalau TKHL ditandatangani Direktur RSUD.

“Sama saja, setiap tahun juga dikontrak. PTT juga dikontrak setiap tahun,” kata dia.

Malah jika dalam aturan ketenagakerjaan, sepengetahuannya kontrak tenaga kerja hanya bisa sampai 3 kali. “Kalau mau disambung lagi kontraknya, kan harus dirumahkan dulu, baru dibuat kontrak baru. Kemudian biasanya kalau kontrak baru maka dimulai dari nol lagi. Tapi ini kan kita tidak. Besaran gaji mereka juga tidak dimulai dari nol lagi, namun dilanjutkan besaran gaji yang lama,” kata dia.

Kemudian sistem pengajian tentu berjenjang. “Yang sudah lama tidak mungkin sama gajinya dengan yang TKHL yang baru bekerja,” kata dia.

Dia mengatakan, sebenarnya pihaknya ingin mengusulkan TKHL menjadi PTT. Namun, saat ini secara aturannya akan dibuka P3K. “Ya nanti lihatlah bagaimana aturannya P3K. Kalau ada peluang TKHL menjadi P3K ya kita usulkan,” kata dia singkat. (met)