Peristiwa

Diduga Pamerkan Kelamin, Imigran Diamankan Polisi

Seorang imigran asal Afghanistan, terduga kasus perbuatan tidak senonoh diamankan ke Polsek Gunung Kijang, Selasa (19/2) siang. F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos

batampos.co.id – Seorang warga imigran asal Afghanistan, M Zaki yang tinggal di Bhadra Resorts digelandang ke Mapolsek Gunung Kijang karena dugaan melakukan perbuatan tidak senonoh terhadap pengunjung pantai wisata Kawal di Kecamatan Gunung Kijang, Selasa (19/2) siang.

Kejadian bermula saat pengunjung bernama Diman bersama kekasihnya melepas kerinduan di Pantai Wisata Kawal. Keduanya duduk saling berhadapan. Saat itu di belakang Diman, duduk seorang imigran.

Kekasihnya tanpa sengaja melihat imigran tersebut memamerkan alat kelaminya. Namun, saat Diman membalikkan badannya, si imigran sudah memasukkan alat kelaminya ke dalam celana.

Pacarku yang bilang di belakang ada orang yang begitu (menunjukkan alat kelami). Pas aku balikkan badan ke belakang, orang Bhadra (imigran) itu lagi memasukkan barangnya ke celana,” kata Diman.

Kejadian ini menjadi pemicu Diman dan sejumlah warga geram hingga mendatangi markas Polsek Gunung Kijang.

Atas laporan tersebut, polisi menjemput imigran tersebut ke tempat pengungsiannya di Bhadra Resort di Jalan Raya Kawal.

Pada mulanya, sejumlah imigran lainnya menolak bila pelaku dibawa ke kantor polisi. Bahkan mobil patroli Polsek Gunung Kijang dikepung.

Namun setelah diberikan penjelasan, akhirnya sejumlah imigran membolehkan si pelaku dibawa ke kantor polisi.

Kanit Reskrim Polsek Gunung Kijang, Iptu L Manik mengatakan, pihaknya masih memeriksa keterangan terduga pelaku.

Ia mengatakan, kejadiannya saat itu dua orang berpacaran duduk saling berhadapan. Kebetulan sang kekasih yang perempuannya melihat terduga pelaku menunjukkan alat kelaminnya.

“Dia bilang ke pacarnya, saat itu  pacarnya langsung membalikkan badan namun barangnya sudah dimasukkan,” kata dia.

Kepadanya, si terduga pelaku tidak mengakui perbuatannya menunjukkan alat kemaluannya namun si terduga pelaku hanya mengakui menggaruk-garuk saja.

“Katanya mana ada saya (imigran tersebut) mengeluarkan alat kelamin, mana buktinya,” kata dia.

Saat ini, imigran terduga perbuatan tidak senonoh diserahkan ke Rudenim di Tanjungpinang. (met)