Metro Bintan

PT BAI Buka Seleksi Latihan Kerja

Dibutuhkan 65 Sarjana dari Kepulauan Riau

Direktur PT. BAI, Santony mendampingi Menko Ekonomi, Darmin Nasution dan Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko saat peresmian KEK Galang Batang di Kabupaten Bintan pada awal Desember 2018 lalu. F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos

batampos.co.id – PT Bintan Alumina Indonesia (BAI) sebagai pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang yang berlokasi di Kecamatan Galang Batang, Kabupaten Bintan membuka kesempatan bagi sarjana untuk mengikuti seleksi penerimaan pelatihan kerja.

Seleksi pelatihan kerja ini dibuka untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja profesional di bidang industri alumunium. Karena saat ini, PT. BAI sedang membangun smelter dengan produksi sekitar 2 juta ton per tahun dengan nilai investasi Rp 1,65 triliun.

Adapun kompetensi jurusan yang dibuka antara lain 35 orang jurusan mekatronik atau elektrik otomatis, 4 orang jurusan kontrol thermal, 19 orang jurusan kimia industri, 5 orang jurusan mesin serta 2 orang jurusan otomatik kontrol. Total sarjana yang akan diterima sekitar 65 orang.

Direktur PT BAI, Santony saat dihubungi Batam Pos, Kamis (21/2) siang membenarkan, pihaknya memberikan kesempatan kepada lulusan sarjana di Provinsi Kepulauan Riau dan Kabupaten Bintan khususnya untuk mengikuti seleksi pelatihan kerja.

Sementara ini pihaknya sudah menyampaikan informasi seleksi pelatihan kerja secara tertulis kepada Bupati Bintan dengan tembusan kepada Gubernur Kepulauan Riau dan Kepala Administrator KEK Galang Batang.

Selanjutnya pihak PT. BAI akan melakukan koordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bintan untuk seleksi pelatihan kerja.

“Kita utamakan putra putri di Kepulauan Riau dan Bintan,” kata dia.

Bagi peserta yang lulus seleksi pelatihan kerja, katanya akan mengikuti pelatihan Bahasa Inggris di Institut Konfusius di Jakarta mulai April hingga Agustus 2019 dan pelatihan industri di Nanshan College, China mulai September hingga 2019 hingga Juni 2020.

Seluruh biaya selama masa pelatihan di Indonesia akan ditanggung oleh pihak perusahaan termasuk biaya transportasi, akomodasi dan tambahan uang saku sekitar Rp 3 juta per orang saat pelatihan di Tiongkok. (met)