Kabar Pemkab

Siswa Dilarang Membawa Kendaraan ke Sekolah

Disdik Keluarkan Surat Edaran

Kadisdik Bintan, Tamsir. F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos

batampos.co.id –¬†Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bintan, Tamsir mengeluarkan surat edaran larangan membawa kendaraan bagi peserta didik.

Surat edaran nomor 421/Disdik/318 tanggal 21 Februari 2019 ini dilayangkan kepada kepala SD/MI, SMP/MTs di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Bintan.

“Ya. Surat edaran, sudah kita kirim ke seluruh sekolah,” kata Tamsir ketika dihubungi Kamis (21/2) siang.

Apakah keluarnya surat edaran ini dikarenakan adanya seorang siswa SMP yang meninggal dunia akibat kecelakaan tunggal ? Ia membantah.

“Tidak, imbauan sudah lama. Imbauan sudah disampaikan jauh-jauh hari, baik dari Polres maupun dari dinas, namun secara resmi kita (baru) buat surat edaran ke seluruh sekolah,” kata Tamsir.

Dia meminta pihak sekolah melakukan pengawasan dan mensosialisasikan ke orangtua siswa dan masyarakat bahwa siswa dilarang membawa kendaraan ke sekolah kecuali diantar orangtua atau wali murid.

Jika masih terdapat pelangaran atas ketidakpatuhan surat edaran ini, ia meminta pihak sekolah memberikan sanksi sesuai kesepakatan masing-masing sekolah.

“Sanksi bisa berupa kendaraan siswa ditahan di sekolah, memanggil orang tua atau sanksi lainnya,” kata dia.

Selain itu, ia meminta kepala sekolah juga bekerjasama dengan pihak kepolisian.

“Kita minta sekolah juga melakukan koordinasi dengan Satlantas setempat atau Polsek,” kata dia.

Dijelaskannya, larangan ini dimaksudkan untuk mengurangi kecelakaan di tingkat siswa, dan menyadarkan pentingnya tertib lalu lintas demi keselamatan.

“Alasan lainnya karena seluruh siswa yang menggunakan kendaraan motor belum memiliki SIM, karena usia mereka masih di bawah 17 tahun,” kata dia.

Disinggung bila siswa dilarang membawa kendaraan ke sekolah, lalu bagaimana kesiapan armada bus sekolah? Ia mengatakan, bus sekolah biasa digunakan bagi siswa yang tempat tinggalnya jauh dari lokasi sekolah. Tahun ini ada 52 armada bus sekolah sewa yang dioperasikan untuk transportasi siswa dengan alokasi anggaran sekitar Rp 8 miliar.

“Yang jauh biasa menggunakan bus, tapi ada juga yang dekat tidak jauh menggunakan kendaraan motor,” kata dia.

Selain bus sekolah, Dinas Pendidikan juga mengalokasikan anggaran sekitar Rp 2,8 miliar untuk transportasi siswa di wilayah pesisir.

“Yang transportasi laut juga. Pompong untuk tahun ini kita tambah juga menjadi 22 dari tahun sebelumnya 19,” kata dia.

Terakhir dia mengimbau agar orang tua mengantarkan anak ke sekolah dan siswa bisa menggunakan jasa bus sekolah yang sudah disediakan.

Sementara itu, informasi dihimpun Batam Pos, belum lama ini seorang siswa SMPN di Tanjunguban meninggal dunia usai mengendarai motor dengan ugal ugalan di lingkungan sekolah. Kecelakaan tunggal itu menyebabkan korban mengalami benturan di bagian kepala. Usai menerima perawatan di rumah sakit, korban menghembuskan nafas terakhir.

Kanit Laka Satlantas¬† Polres Bintan, Ipda Budi membenarkan kejadian itu. “Kejadiannya dua atau tiga hari yang lalu. Korban mengalami kecelakaan setelah menabrak tembok. Kejadiannya di lingkungan sekolah,” kata dia, Kamis (21/2). (met)