Peristiwa

Pelaku Karhutla Bisa Dipidana

Ancaman 15 Tahun, Denda Rp 15 Miliar

Unit Tipidter Satreskrim Polres Bintan menggelar sosialisasi sekaligus imbauan ke masyarakat terkait karhutla di aula Kantor Lurah Sei Lekop, Kamis (21/2). F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos

batampos.co.id – Terkait maraknya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi beberapa pekan terakhir di Kabupaten Bintan mendapat perhatian lebih dari  Satreskrim Polres Bintan.

Kasatreskrim Polres Bintan AKP Yudha Suryawardhana menyampaikan, kasus kebakaran hutan dan lahan marak dalam beberapa pekan terakhir di Kabupaten Bintan.

“Ya karhutla marak,” katanya, Jumat (22/2).

Kamis (21/2), ia mengatakan,,Unit Tipidter Satreskrim Polres Bintan melakukan sosialisasi sekaligus imbauan ke masyarakat terkait karhutla. Sosialisasi dilakukan di aula Kantor Lurah Sei Lekop.

Dalam sosialisasi itu, pihaknya mengingatkan kembali kepada masyarakat untuk selalu menjaga hutan dan lahan supaya terhindar dari  kebakaran diantaranya dengan cara tidak membuka lahan dengan dibakar.

“Setop membakar lahan dan hutan,” kata dia.

Dia juga menegaskan, bahwa pelaku karhutla ada sanksi pidana. Pelaku baik setiap orang atau badan usaha yang melakukan pembakaran hutan dan lahan bisa diancam pidana dengan kurungan penjara maksimal 15 tahun dan denda maksimal Rp 15 miliar sebagai mana diatur dalam Undang undang nomor 32 Tahun 2009  tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, Undang-Undang nomor 41 tahun 1999 tentang Kehutanan, Undang-Undang nomor 39 tahun 2015 tentang Perkebunan dan Undang-Undang nomor 18 tahun 2013 tentang Pencegahan Pemberantasan dan Perusakan Hutan.

Kepada masyarakat, dia juga meminta berperan aktif dalam menjaga stabilitas kamtibmas khususnya terkait maraknya kebakaran hutan dan lahan yang akhir ini sering terjadi di wilayah Bintan

“Karhutla itu bukan semata menjadi tanggung jawab Polri namun tanggung jawab bersama” kata dia. (met)