Kabar Pemkab

2018, Disdik Renovasi 234 Ruang Kelas

Bupati Bintan, Apri Sujadi bersama Kadisdik Bintan, Tamsir meninjau ruang kelas SMP Negeri I Kijang Kabupaten Bintan, belum lama ini. F.Dinas Kominfo Bintan untuk Batam Pos

batampos.co.id – Sepanjang 2018, 234 ruang kelas selesai direnovasi. Selain itu, 26 ruang kelas baru dan 5 perpustakaan sekolah selesai dibangun.

“Pembangunan infrastruktur pendidikan tersebar di sejumlah kecamatan di Kabupaten Bintan,” ungkap Kadisdik Bintan, Tamsir ketika dihubungi Senin (25/2).

Tamsir menyampaikan, sebenarnya porsi anggaran pembangunan infrastruktur pendidikan lebih banyak dari APBN dengan bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Bantuan Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pendidikan RI.

“Anggaran DAK ini dari pusat langsung masuk ke postur APBD. Karena itu, biasa disebut APBD tidak murni. Kalau bantuan pemerintah pusat ini, langsung ke sekolah-sekolah. Disdik hanya mengawasi,” jelas dia.

Disebutkannya pada tahun 2017, DAK dan Bantuan Pemerintah Pusat ke Kabupaten Bintan sebesar Rp 8 miliar. Tahun 2018, DAK dan Bantuan Pemerintah Pusat yang dikucurkan meningkat menjadi Rp 14 miliar.

“Tahun ini DAK saja sebesar Rp 13,8 miliar. Kalau bantuan pemerintah pusat belum diketahui jumlahnya, karena biasanya keluarnya pertengahan tahun,” jelasnya.

Tahun 2019, dia mengatakan akan ada 55 ruang kelas yang direnovasi terdiri 30 ruang kelas sekolah dasar dan 25 ruang kelas sekolah menengah pertama. Sedangkan pembangunan ruang kelas baru berkisar 25 unit.

Sedangkan APBD dia menyebut, ada juga dialokasikan untuk anggaran infrastruktur pendidikan, namun tidak sebesar APBN.

Dari APBD, dia menyebut diantaranya untuk operasional transportasi sekolah baik bus sekolah dan pompong, kemudian meningkatkan mutu pendidikan dengan pelatihan dan lainnya.

Sementara itu, Bupati Bintan Apri Sujadi mengatakan infrastruktur menjadi prioritas. Karena menurutnya infrastruktur bisa dinikmati langsung oleh  masyarakat seperti jalan, jembatan dan sekolah.

“Kami akan fokus pada infrastruktur yang bisa dinikmati langsung masyarakat,” ujarnya.

Diakuinya, untuk lebih sempurna, memang masih diperlukan lebih banyak anggaran untuk bangun dan merenovasi sekolah. Namun pihaknya berkomitmen untuk memperbaiki.

“Itu terus dilakukan dan disesuaikan porsi anggaran,” katanya.

Dikatakannya juga penataan infrastruktur pendidikan seperti pembangunan unit sekolah baru, ruang kelas baru, dan rehabilitasi bangunan sekolah tentunya diprioritaskan bagi  sekolah dasar maupun sekolah menengah pertama yang menjadi kewenangan Pemkab Bintan.

“Selain itu tentunya untuk perbaikan sarana dan prasarana sekolah seperti mebel dan toilet di setiap sekolah agar sekolah semakin baik,” tutupnya. (met)