Metro Bintan

Banyak Warga Menutup Pintu

Saat Petugas Puskemas akan Fogging

Petugas kebersihan melakukan fogging dan pembasmian jentik nyamuk di Kijang Kecamatan Bintan Timur, Selasa (5/2) pagi. F.Kelurahan Kijang Kota untuk Batam Pos

batampos.co.id – Kasus DBD di wilayah kerja Puskesmas Teluk Sasah meliputi Desa Teluk Sasah, Kelurahan Tanjungpermai dan Teluk Lobam Kecamatan Seri Kuala Lobam meningkat dalam dua bulan ini.

Dibandingkan tahun lalu, penderita DBD tahun ini di wilayah tersebut mencapai belasan orang.

“Di bulan yang sama pada tahun lalu dua atau tiga kasus, tapi sekarang sudah belasan kasus,” kata Kepala Puskesmas Teluk Sasah dr Kurniawan, Selasa (26/2).

Dia mengatakan saat ditemukan kasus DBD di Perumahan Lobam Mas Asri, Desa Teluk Sasah pihak Puskesmas segera melakukan pengasapan atau fogging.

Namun, foging yang dilakukan petugas tidak efektif. Karena banyak masyarakat yang menutup pintu rumahnya dan tidak mau disemprot di rumahnya.

“Keberhasilan fooging yang dianggap efektif cuma 30 persen, karena banyak warga yang tidak mau disemprot di rumahnya dan menutup pintu,” kata dia.

Kalau cuma 30 persen, dia mengatakan biasanya dua atau tiga hari lagi akan muncul kembali nyamuk. “Tidak efektif fooging yang dilakukan,” katanya.

Dia mengatakan, sebenarnya fooging sudah tidak dianjurkan lagi.

Langkah yang paling efektif, menurutnya ialah Pemberantasan Sarang Nyamuk 3 M plus.

Sekedar diketahui 3 M ialah menguras tempat penampungan air misalkan bak mandi, menutup rapat tempat penampungan air dan mendaur ulang wadah yang bisa menampung perkembanganbiak nyamuk. Sedangkan plusnya ialah menabur bubuk abate ke tempat penampungan air, menggunakan obat nyamuk dan menggunakan kelambu saat tidur.

Dia juga mengatakan pihaknya akan kembali melakukan fooging untuk memberantas nyamuk. Namun sekali lagi dia menekankan yang paling efektif ialah memberantas sarang nyamuk.

Sementara itu, diberitakan sebelumnya Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Bintan drg Euis Herawati menyampaikan per tanggal 22 Februari  2019 sudah ada 24 kasus penderita DBD di wilayah Kabupaten Bintan. Sedangkan sepanjang Januari 2019 terdapat sekitar 35 kasus DBD. Dia berharap masyarakat menerapkan PSN 3M Plus. (met)