Kabar Pemkab

Warga Resah, Bupati Minta Aktivitas Tambang Ditutup

Bupati Bintan, Apri Sujadi meninjau kerusakan jalan yang diakibatkan truk aktivitas pertambangan di simpang jalan masuk kantor Bupati Bintan, Kamis (28/2). F.Dinas Kominfo Bintan untuk Batam Pos

batampos.co.id – Pro kontra aktivitas pertambangan di wilayah Kabupaten Bintan membuat Bupati Bintan, Apri Sujadi angkat bicara.

Apri menyampaikan, Pemkab Bintan sudah meminta Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau agar menutup segala aktivitas pertambangan termasuk aktivitas pertambangan bauksit di wilayah Kabupaten Bintan.

“Kalau nanti Pemerintah Provinsi tidak bisa menutup, saya selaku Bupati Bintan yang akan minta itu (kegiatan pertambangan, red) untuk ditutup,” ungkapnya, Kamis (28/2).

Dia menjelaskan, alasan pihaknya meminta aktivitas pertambangan ditutup karena sudah terjadi gejolak di masyarakat. Dia sudah mendengar dan merasakannya langsung keresahan masyarakat terkait aktivitas pertambangan di wilayah Kabupaten Bintan.

Atas dasar itulah, ia menjelaskan, Pemkab Bintan mengusulkan ke Pemerintah Provinsi Kepri supaya menutup aktivitas pertambangan di Kabupaten Bintan.

“Kita hanya bisa mengusulkan kepada Pemerintah Provinsi untuk ditindak, termasuk tambang bauksit. Karena, aturannya kita tidak punya wewenang apapun terkait pertambangan,” kata dia.

Apri juga menjelaskan, segala regulasi, perizinan sampai pengawasan aktivitas pertambangan menjadi wewenang Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau berdasarkan UU Nomor 22 tentang Pemerintahan Daerah (Pemda), mulai dari regulasinya, perizinannya dan fungsi pengawasan pertambangan menjadi wewenang provinsi.

“Jadi Pemkab tidak memiliki wewenang apa-apa,” katanya.

Dia juga mengatakan tidak mungkin tindakan yang dilakukan bertentangan dengan aturan.

Oleh karena itu, sejauh ini pihaknya telah meminta ke Pemerintah Provinsi sebagai respon cepat yang telah dilakukan oleh Pemkab sesuai ketentuan dan wewenang yang dimiliki.(met)