Metro Bintan

Bangunan Sekolah Terancam Longsor, Akibat Dikeruk

Alat berat excavator mengeruk tanah di lokasi lahan bukit belakang SMAN I Teluk Bintan, Jumat (1/3) siang. F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos

batampos.co.id – Bangunan SMAN I Teluk Bintan di Kelurahan Tembeling Tanjung Kecamatan Teluk Bintan terancam longsor. Pasalnya tanah bukit belakang sekolah dikeruk untuk ditimbun ke kubangan bekas pertambangan bauksit.

Seorang warga Kelurahan Tembeling Tanjung, Udo menuturkan pihaknya khawatir dengan proyek pengerukan bukit di belakang sekolah. Lokasi bukit yang dikeruk tepat bersempadan dengan bangunan sekolah.

Dikatakannya, lahan bukit tersebut memang sudah dibeli oleh seorang disebut sebut Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau, Sarafudin Aluan.

Tanah bukit tersebut digunakan untuk menimbun kubangan bekas pertambangan bauksit yang juga disebut-sebut milik legislator dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu.

“Kabarnya setelah ditimbun, akan dikavlingkan untuk dipasarkan,” kata dia.

Dia berharap jikalau harus dikeruk, sebaiknya pemilik lahan juga memperhatikan kondisi sekolah. “Kalau tak dibatumiring, khawatirnya longsor, dan akan mengancam bangunan sekolah,” kata dia.

Sementara itu, Oli Susanto petugas lapangan yang berada di lokasi penimbunan membenarkan lahan kubangan bekas pertambangan bauksit tersebut milik anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau, Sarafudin Aluan.

“Saya kerja di sini. Lahan (bekas tambang) ini sudah dibeli Pak Sarafudin Aluan dari warga sini juga namanya Pia,” kata dia.

Dia mengatakan, luas lahan ini sekitar 9.700 meter per segi. Dibeli seharga Rp 20 ribu per meter.

Dia juga mengatakan, lahan kubangan ini ditimbun dari lahan bukit yang dibeli seharga Rp 30 juta. Setelah ditimbun, lahan akan dikavlingkan. 1 kavling ukuran 15 x 10 meter akan dijual seharga Rp 20 juta.

Sementara Sarafudin Aluan ketika dikonfirmasi Jumat (1/3) siang membenarkan lahan yang ditimbun tersebut miliknya. Rencananya akan dikavlingkan.

Disinggung terkait lahan timbunan diambil dari lahan bukit belakang sekolah yang dikhawatirkan masyarakat akan longsor, ia mengatakan akan segera menghentikan kegiatan tersebut. (met)