Metro Bintan

Bus Sekolah Tak Operasi, Siswa SMA Terpaksa Pulang Cepat

Bus sekolah melayani antar jemput siswa di Bintan.F.Udin untuk Batam Pos

batampos.co.id – Bus sekolah yang biasa melayani antar jemput siswa dan guru di Kecamatan Teluk Bintan berhenti beroperasi. Pasalnya, pemerintah kecamatan Teluk Bintan tidak menganggarkan bahan bakar minyak (BBM) untuk operasional bus sekolah di kecamatan tersebut.

Hal ini dituangkan dalam Surat Camat Teluk Bintan, Satrida Novykar dimana per 1 Maret 2019 bus sekolah siswa SMP/SMA di Kecamatan Teluk Bintan tidak bisa lagi melayani antar jemput siswa karena anggaran BBM bus sekolah tidak dianggarkan lagi.

“Karena keterbatasan anggaran BBM yang kami miliki,” katanya.

Terkait masalah ini, dia meminta ke Dinas Pendidikan (Disdik) Bintan menambah 5 armada untuk melayani antar jemput siswa dengan rute Toapaya, Cikolek, Lome, Kangboi, Kampung Gisi, Balai Rejo dan Mansur.

Terpisah Kadis Pendidikan Bintan Tamsir membenarkan bus sekolah di Kecamatan Teluk Bintan berhenti beroperasi karena anggaran BBM yang tidak dianggarkan.

Oleh karena itu, dia meminta pemerintah kecamatan untuk membantu bus kecamatan melayani antar jemput siswa.

Diakuinya bus sekolah yang melayani antar jemput di Kecamatan Teluk Bintan saat ini ada 7 bus sekolah.

“Kita memang kekurangan 4 bus lagi,” katanya.

Sementara itu, seorang guru di SMK Negeri I Teluk Bintan, Muklis membenarkan sejumlah bus sekolah berhenti beroperasi. Akibatnya siswa di sekolahnya dipulangkan lebih cepat.

“Harusnya pulangnya jam 2 siang, karena sudah full day. Tapi karena tidak ada bus, jadi kami pulangkan lebih cepat. Jadi jam pulangnya sama dengan siswa SMP N 6 Teluk Bintan bisa naik bus sekolah itu,” kata dia.

Terkait hal ini, ia mengatakan, pihaknya sementara waktu ini akan menyesuaikan jam pulang antara anak didiknya dengan jam pulang siswa SMP.

“Saya juga sudah ke Kantor Camat, bertemu Sekcam. Masalahnya dana BBM bus sekolah tidak dianggarkan.  Pihak dari penyedia BBM juga tidak mau diutangkan, harus bayar lunas,” kata dia.

“Pihak kecamatan juga berjanji akan mencarikan solusinya. Semoga tidak berlarut, kasihan anak-anak apalagi ada aturan tidak boleh bawa kendaraan ke sekolah,” katanya. (met)