Metro Bintan

SPAM Tembeling Mengalir, 400 KK Nikmati Air Bersih

Pegawai Dinas PUPR Bintan dan Pengelola SPAM meninjau tahapan penyulingan air sebelum didistribusikan ke pelanggan di SPAM IKK Teluk Bintan yang berlokasi di Kelurahan Tembeling Tanjung Kecamatan Teluk Bintan, Jumat (1/3) siang. F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos

batampos.co.id – Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Ibu Kota Kecamatan (IKK) Teluk Bintan di Kelurahan Tembeling Tanjung Kecamatan Teluk Bintan mengalir sejak lebih dari sebulan yang lalu. Akhirnya, lebih dari 400 Kepala Keluarga (KK) di Kecamatan Teluk Bintan dan Kecamatan Toapaya bisa menikmati air bersih.

Salah seorang warga Tembeling Tanjung, Nentan mengatakan, dirinya sudah menikmati air bersih yang bersumber dari SPAM IKK Kecamatan Teluk Bintan.

“Sudah mau dua bulan inilah mengalir,” kata wanita yang berjualan makanan saat ditemui di warungnya, Jumat (1/3).

Katanya, air SPAM mengalir setiap hari namun belum 24 jam. Terkadang air mengalir 2 jam dalam sehari.

“Di sini belum terpasang meteran air, mungkin ke depan akan dipasang meteran,” kata dia.

Sementara, Kepala UPT Pengelolaan Teknis Air SPAM pada Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Bintan, Djoko Moeljono D  membenarkan SPAM IKK Teluk Bintan di Kelurahan Tembeling Tanjung telah mengalir ke rumah-rumah masyarakat.

Sejauh ini pengelola SPAM Tembeling terus berupaya supaya air mengalir 24 jam sehari ke rumah masyarakat. Namun dikarenakan ada pipa yang bocor sehingga ada sistem dalam SPAM yang dimatikan sementara.

“Sekarang lagi produksi airnya. Kalau tangki di belakang penuh, kita akan mempompakan ke rumah-rumah masyarakat,” kata dia.

Dia juga mengatakan, sumber air SPAM Tembeling dari kolam besar di Bloreng dan Tembeling. Sejauh ini sudah lebih dari 400 orang pelanggan yang dilayani. Dimana saat ini produksi air berkisar 400 ton per hari untuk dua tangki dengan 10 liter per detik.

“Kita harapkan pelanggan tidak hanya menikmati air bersih tapi juga taat dalam membayar,” kata dia.

Dijelaskannya, hitungan pemakaian berdasarkan pemakaian yang tercatat dalam meteran air.

“Tergantung pemakaian dibaca setiap bulan selisih antara angka awal dan angka akhir pemakaian. Kemudian hasil pemakaian akan dikalikan iuran per kubik dimana sementara ini berkisar Rp 4 ribu dan ditambah biaya pemeliharaan berkisar Rp 8 ribu per pelanggan.

“Iuran Rp 4 ribu per kubik sementara nanti kami akan hitung ulang lagi bagaimana dengan pemakaian solar per bulan dan biaya listrik serta biaya lainnya. Sedangkan Rp 8 ribu digunakan untuk pemeliharaan misalkan ada meteran air atau pipa yang rusak dan untuk operasional,” jelasnya menambahkan pihaknya akan terus memonitoring jalannya SPAM Tembeling. (met)