Metro Bintan

Tausiah muatan Politik, Ada Sanksi Pidananya Loh

Parapemuka agama, pengurus masjid dan mubaligh menghadiri silaturahmi usai Salat Jumat di Masjid Nurul Iman, Kijang, Jumat (1/3). F.Polres untuk Batam Pos

batampos.co.id – Pendakwah diminta tidak menyampaikan tausiah yang bermuatan politik. Karena, ada sanksi pidananya.

Hal ini ditegaskan oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan  Bintan Timur Syamsir saat menghadiri silaturahmi antarpemuka agama, pengurus masjid dan mubaligh usai salat jum’at di Mesjid Nurul Iman Kelurahan Kijang Kota Kecamatan Bintan Timur, Jumat (1/3) siang.

Demikian pula ditambahkan Kepala KUA Bintan Timur Fadhil Muslimin. Dia juga telah mendapat arahan dari Kementerian Agama RI agar senantiasa memberi pemahaman kepada para mubaligh dan pengurus masjid bahwa berkampanye atau berdakwah yang bermuatan politik di tempat ibadah dilarang oleh undang-undang.

“Kami selaku pengemban fungsi bidang keagamaan siap mendukung Polri dan Bawaslu untuk mewujudkan Pemilu 2019 yang aman dan damai,” ungkapnya.

Sementara itu, Kapolsek Bintan Timur AKP Muchlis Nadjar yang bersilaturahmi dengan sejumlah tokoh agama, pengurus masjid dan mubaligh mengimbau semua pihak menjaga situasi kamtibmas kondusif menjelang Pemilu 2019.

“Jangan mudah percaya, terhasut atau terpengaruh dan terprovokasi oleh berita berita yang tidak benar sifatnya, yang mengadu domba antar suku, agama, ras,” kata dia.

Berhubung saat ini tahun politik, dia  mengharapkan kerja sama Majelis Ulama Indonesia dan pengurus masjid agar tidak memanfaatkan masjid sebagai media kampanye dan kepada para mubaligh yang hadir.

“Kami mohon untuk tidak menyampaikan ceramah yang bermuatan politik, dan marilah kita sampaikan pesan kedamaian kepada umat menjelang Pemilu 2019,” ujarnya. (met)