Peristiwa

Keluar Penjara, Lala Jadi Pengedar Sabu

Lala dan Dedek saat digiring ke sel tahanan Polres Bintan, Senin (4/3) siang. F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos

batampos.co.id – Keluar dari penjara karena kasus penyalahgunaan narkotika jenis sabu dan ganja, tidak lantas membuat Lala, 28, jera.

Warga Jalan Taman Sari, Kelurahan Tanjunguban Selatan, Kecamatan Bintan Utara ini justru  melakoni pekerjaan sebagai pengedar narkotika jenis sabu dan ganja.

Kisahnya berjualan narkoba diawali perkenalan dengan seorang pelaku lainnya yang saat ini masuk Daftar Pencarian Orang (DPO).

Lala menuturkan, dia mengenal si DPO karena dulunya mereka sama-sama di sel yang sama.

“Kenal di penjara,” kata dia.

Dia mengatakan, biasanya barang yang dipesannya diambil di Telagapunggur Batam.

“Saya jemput naik kapal RoRo, lebih aman,” katanya.

Dia juga mengatakan, setelah mengambil narkoba yang dipesannya, narkoba itu dijual kembali. Dia mengaku dibantu temannya, Dedek, 26.

“Saya bantu jualin saja. Tidak ikut ke Batam. Keuntungannya bisa Rp 500 ribu setelah beberapa kali transaksi,” kata Dedek.

Sementara itu, Kasat Resnarkoba Polres Bintan, AKP Nendra Madya Tias mengatakan, pelaku Dedek diamankan di Jalan Lembah Sari Tanjunguban pada Rabu (27/2) sekitar pukul 15.00 WIB setelah adanya informasi transaksi narkoba.

“Kita amankan 1 paket sabu yang disimpan dalam plastik bening,” katanya.

Kemudian pihaknya melakukan pengembangan dan diamankan Lala, di Jalan Taman Sari Tanjunguban.

“Kita amankan 9 paket sabu dan 4 paket ganja siap edar. Barang itu didapat dari AM, yang saat ini DPO,” katanya.

Atas perbuatannya, Dedek diganjar Pasal 114 ayat 1 sub 112 ayat 1 juncto Pasal 132 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman minimal 5 tahun penjara.

Sedangkan, Lala dijerat Pasal 111 ayat 1 dan 114 ayat 1 sub Pasal 112 ayat 1 Juncto Pasal 132 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara. (met)