Peristiwa

Tiga Bulan, 60 Titik Kebakaran Hutan di Bintan

Petugas Damkar UPT Bintan Utara berupaya memadamkan kebakaran yang terjadi di lahan semak belukar dekat Perumahan PBI Kelurahan Tanjunguban Utara, Kecamatan Bintan Utara, Minggu (3/3) sekitar pukul 19.20 WIB. F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos

batampos.co.id – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kabupaten Bintan makin menjadi. Nyaris setiap hari terjadi kebakaran hutan dan lahan.

Dari Januari hingga 4 Maret 2019, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bintan mencatat sudah lebih 60 titik karhutla.

Kepala BPBD Kabupaten Bintan, Naharuddin menyampaikan, umumnya yang terkabar hutan semak belukar. Dari 60 titik karhutla, terbanyak di Kecamatan Gunung Kijang dan Toapaya sebanyak lebih dari 40 titik kebakaran.

“Pantai Trikora paling banyak hutan dan lahan terbakar,” kata dia. Dia menyampaikan, kebakaran disebabkan berbagai hal diantaranya faktor kelalaian manusia. Kesadaran manusia dalam mencegah terjadinya kebakaran masih rendah misalkan  masih ada orang yang membuang puntung rokok sembarangan.

Di sisi lain, ia juga mengungkapkan pihaknya sangat kekurangan personel dan armada. Dari 3 UPT yang ada di Kabupaten Bintan, ketiga UPT  masih kekurangan personel.

Idealnya menurut mantan Kadisos Bintan ini, 1 UPT 3 Shif, dimana 1 shif terdiri 6 orang sehingga 1 UPT berjumlah 18 personel. Tapi kondisi personel di UPT saat ini katanya di UPT Tanjunguban saja cuma 8 personel, UPT Kijang 12 personel dan UPT Gunung Kijang 10 personel.

“Kurangnya personel membuat mereka harus bekerja 2 shif. Ini tidak efektif, karena setelah memadamkan api, mereka harus kembali ke lapangan  karena terjadi kebakaran di lokasi lainnya akibatnya membuat mereka kelelahan,” kata dia.

Sedangkan armada, ia menjelaskan saat ini Damkar memiliki 5 armada. Hanya sebagian armada tidak layak sebab kendaraan keluaran tahun 2001.

“Sudah tidak layak. Dulu pernah ada yang sampai tabrakan karena remnya blong. Kejadian tersebut membuat mereka takut mengoperasikan kendaraan tersebut karena membahayakan,” kata dia.

Sementara itu kemarau yang berkepanjangan karena belum turunnya hujan membuat hutan dan lahan mudah terbakar di sejumlah titik membuat Bupati Bintan Apri Sujadi angka bicara.

Dia mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk senantiasa waspada dan saling bersinergi terkait kebakaran hutan dan lahan dalam dua bulan terakhir.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk waspada dan siaga,” katanya.

Dia mengatakan, wilayah Kabupaten Bintan cukup dominan dengan hutan. Terlebih bagi pemukiman yang dekat dengan hutan. Oleh karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dan jaga lingkungan bersama.

“Tanggap bencana sudah kami instruksikan pada instansi terkait, selanjutnya bantuan dan kerja sama dari masyarakat juga kami harapkan,” kata Apri.

Apri juga menambahkan masyarakat sebaiknya untuk tidak membakar sampah sembarangan, menjauhi hal-hal yang berhubungan dengan pembakaran dan segera melaporkan jika ada kebakaran hutan.

“Jangan bakar sampah sembarangan termasuk buang puntung rokok yang masih menyala. Masih banyak lagi penyebab kebakaran hutan, tapi setidaknya kita minimalisir. Masyarakat juga kami harapkan dapat sigap dalam melaporkan peristiwa kebakaran yang terjadi, satgas dan tim kita standby selalu 24 jam jika ada laporan,” tutupnya.

Salah seorang Petugas Damkar BPBD Kabupaten Bintan Dedy saat dikonfimasi sempat menceritakan beberapa proses pemadaman yang dilakukan dirinya bersama satuan tim.

Tidak ada masalah dan hambatan yang berarti, namun dirinya berharap masyarakat dapat terus bekerjasama dengan segera melaporkan setiap kejadian.

“Semalam kami turun ke dua titik kebakaran, di Kawal kemudian Ceruk Ijuk. Alhamdulillah lahan yang terbakar belum terlalu meluas dan bisa segera dipadamkan. Rata-rata titik api mencapai puluhan sampai ratusan meter dan bisa segera dipadamkan. Respon cepat dari masyarakat ini yang kami butuhkan, jadi kami bisa cepat tanggap,” tutupnya.

Pemkab Bintan juga mengharapkan agar seluruh masyarakat termasuk perangkat warganya bisa mencatat nomor kontak Satuan Petugas Pemadam Kebakaran di setiap wilayah UPT dan jangan sungkan untuk langsung menghubungi.

Berikut daftar kontak Satgas Damkar Pemkab Bintan yang bisa dihubungi UPT I mencakup wilayah Kecamatan Gunung Kijang, Kecamatan Toapaya, Kecamatan Teluk Bintan di nomor 0852-6429-8857 dan 0831-8337-8546, sedangkan UPT II mencakup Kecamatan Bintan Utara, Kecamatan Teluk Sebong, Kecamatan Seri Kuala Lobam di nomor 0813-7206-4646 dan 0771-465-1295 serta UPT III Kecamatan Bintan Timur di nomor 0813-7247-3943 dan 0812-6175-396. (met)