Metro Bintan

Guru di Bintan Ikut Workshop Abad 21

Salah seorang guru memperkenalkan diri saat workshop pembelajaran abad 21 yang berorientasikan lingkungan di SMAN I Teluk Sebong, Selasa (5/3). F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos

batampos.co.id – Sejumlah guru yang ada di Kabupaten Bintan mengikuti workshop pembelajaran abad 21 yang berorientasikan lingkungan di SMAN I Teluk Sebong, Desa Sri Bintan, Kecamatan Teluk Sebong, Selasa (5/3).

Workshop menghadirkan Dr. Asep Agus Sulaiman dari lembaga Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Ilmu Pengetahuan Alam (P4TK IPA) Bandung. Sedangkan workshop dibuka oleh Kepala Bidang Pembinaan Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau, Atmadinata.

Ketua panitia workshop, Enny Irnasari menyampaikan, kegiatan ini digelar pihaknya yang bekerjasama dengan Banyan Tree Lagoi.

Tujuannya ialah meningkatkan kompetensi guru khususnya di bidang mata pelajaran biologi yang orientasinya lingkungan sehingga materinya bisa diterapkan ke anak didik.

Kepala SMAN I Teluk Sebong, Ramzan mengatakan, yang pasti melalui workshop ini bisa menambah ilmu dan wawasan guru. Selain itu, materi yang didapat bisa diimplementasikan di sekolah masing-masing.

“Kita ingin anak didik kita mendapatkan bekal pengetahuan lingkungan yang matang,” kata dia.

Kepala Bidang Pembinaan SMA Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau, Atmadinata mengapresiasi workshop ini. “Semoga guru bisa memanfaatkan ilmunya dengan baik,” kata dia.

Senior CSR Manager Banyan Tree, Henry Singer menyampaikan, inti dari workshop ini ialah pendidikan berbasis lingkungan. Seperti diketahui, katanya Bintan ialah daerah pariwisata.

Sementara pariwisata dan lingkungan tidak bisa dipisahkan bak dua sisi mata uang.

Oleh karena itu, melalui workshop ini, guru sebagai tenaga pengajar bisa mengubah pola pikir siswanya dan masyarakat di lingkungannya tentang kebiasaan dalam memperlakukan lingkungan.

“Kita ingin pelan-pelan mengubah maindset siswa tentang lingkungan misalnya tidak membuang sampah di sembarang tempat. Ini harus dimulai sedari dini, karena kelak mereka menjadi para pelaku wisata,” katanya.

Selain itu, dia juga memperkirakan sampah bisa saja akan menjadi masalah besar yang dihadapi Kabupaten Bintan ke depannya. Seperti Bali yang mengalami masalah sampah seiring meningatnya angka kunjungan wisatawan.

“Itu mungkin bakal dihadapi Bintan ke depan seperti Bali,” tutupnya. (met)