Peristiwa

Polisi Tangkap Pembakar Lahan Tiga Hektare

Tersangka pembakaran lahan seluas tiga hektare, Panji Winata alias Aji digiring ke ruangan penyidik, Rabu (6/3). F.Slamet / Batam Pos

batampos.co.id – Penjaga kolam ikan, Panji Winata alias Aji bin Bahtiar Lubis, 18, pasrah saat polisi menjemputnya di lokasi karena kasus kebakaran lahan seluas lebih kurang 3 hektare yang berlokasi di Jalan Nusantara kilometer 22 Kekurahan Gunung Lengkuas, Kecamatan Bintan Timur pada Sabtu (2/3) sekitar pukul 13.30 WIB.

Dari lokasi, polisi menyita barang bukti berupa mancis atau korek api, parang berhulu karet warna hitam dan seikat ranting kayu bekas yang hangus terbakar.

Kapolsek Bintan Timur AKP Muchlis Nadjar mengatakan, tersangka ialah penjaga kolam ikan. Siang itu, awalnya tersangka hendak membersihkan lahan.

“Dia membersihkan lahan dengan mancis. Ternyata api merembet dan membesar sehingga terjadi kebakaran yang menghanguskan lahan seluas 3 hektare,” kata dia menambahkan lahan yang terbakar bukan semata di lahan tersangka bekerja, namun lahan milik orang lain di sempadannya.

Usai menerima laporan, petugas kepolisian langsung mendatangi lokasi kejadian. Di sana, petugas langsung mengamankan tersangka. “Kita bawa ke Polsek. Lalu kita hubungi Damkar dan dibantu petugas dari Polsek untuk memadamkan api,” jelas dia.

Setelah menangkap tersangka, ia mengatakan, pihaknya berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Sejauh ini lanjutnya, kerugian yang dialami akibat lahan yang terbakar sekitar Rp 7 juta.

Sementara Kasat Reskrim Polres Bintan AKP Yudha Suryawardhana menyampaikan, kasus ini masih diselidiki bersama. Dikatakannya juga tidak menutup kemungkinan ada tersangka lainnya.

“Pemilik lahannya masih didalami legalitasnya,” kata dia.

Dia juga mengatakan, lahan yang dibakar bukan termasuk lahan hutan lindung setelah dilakukan koordinasi dengan pihak Kehutanan. Akibat perbuatannya, tersangka disanksi pasal 118 KUHPidana dengan ancaman kurungan penjara paling lama 5 tahun atau denda Rp 4.500 dan pasal 108 UU RI Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dengan ancaman penjara paling singkat 3 tahun dan paling lama 10 tahun atau denda Rp 10 miliar.

Selain itu, dia juga menegaskan, tujuan dari penegakkan hukum ini untuk memberikan efek terhadap masyarakat baikĀ  perseorangan dan koorporasi atau perusahaan yang melakukan pembakaran hutan dan lahan bisa dipidana.

“Hati-hati dalam pembersihkan lahan, perhatikan efek dari pembakaran lahan tersebut. Karena perbuatan (membakar hutan dan lahan) ini ada sanksi hukumnya,” tutup dia. (met)