Peristiwa

Penetapan Tersangka La Mane Dipaksakan

Kuasa Hukum Akan Beberkan Fakta di Persidangan

Kuasa hukum La Mane, Bujang Musa. F.Dokumen Bujang Musa untuk Batam Pos

batampos.co.id – Bujang Musa, Kuasa Hukum La Mane, tersangka kasus dugaan pencurian plat baja sisa pembangunan jembatan I Dompak di Tanjungpinang menilai penetapan tersangka dan pasal yang ditetapkan ke kliennya dipaksakan.

Dia berpendapat,  kliennya bisa dinyatakan sebagai perbuatan yang tidak melanggar hukum. Namun, kliennya justru diduga disangkakan pasal 362 KUHP Tentang Pencurian, sementara kliennya membeli barang tersebut.

“Ada pembuktian surat pernyataan di atas materai yang ditandatangani 4 orang. La mane membeli bukan pada malam hari namun siang hari. Bukan pula sembunyi-sembunyi. Artinya terbuka,” jelas lelaki yang akrab disapa Bujang.

Dia menjelaskan, kliennya membeli barang tersebut berdasarkan kepemilikan yang jelas dalam surat pernyataan. Bila mana di kemudian hari terjadi masalah, dituangkan juga bahwa kliennya tidak bisa dimasalahkan hukum.

Setelah diserahterimakan barang, lanjutnya, dibayarkan uangnya dan barang dikirim ke lokasi yang terletak di Kilometer 18 arah Kijang Kecamatan Bintan Timur.

“Dikawal oleh aparat kepolisian. Kemudian dikawal juga pembeli, dari Medan. Di dalam peristiwa bukan La mane saja, ada 4 orang ini,” katanya.

Jadi pertanyaannya, lanjut dia lagi, di mana penerapan pasal hanya La mane yang ditetapkan  tersangka.

“Kalau benar (dilidik), seharusnya yang ditetapkan tersangka 4 orang itu, kemudian penadah bos dari Medan. Aparat penegak hukum juga harus ditindak. Yang mengiring,” jelasnya.

Kemudian setelah 5 bulan kejadian, katanya, barulah kliennya ditetapkan tersangka.

“Seharusnya 4 orang itu yang dijadikan tersangka, La mane membayarkan karena berdasarkan surat pernyataan di atas materai,” kata dia.

Dari kasus ini ia berharap Kapolri memeriksa jajarannya ke bawah melalui Provost karena adanya tebang pilih dalam penanganan kasus ini.

Terkait hal ini, dia akan membeberkan sejumlah fakta – fakta di pengadilan termasuk surat pernyataan yang ditandatangani kedua belah pihak.

Diberitakan sebelumnya, Supiani, istri La Mane meminta keadilan atas kasus yang menjerat suaminya. Ia mempertanyakan kenapa hanya suaminya yang ditahan sementara 4 orang lainnya tidak. Kasus ini mencuat setelah dikabarkan plat baja senilai miliaran rupiah sisa proyek pembangunan Jembatan I Dompak di Tanjungpinang, hilang. (met)