Metro Bintan

82 Warga Bintan Terserang DBD

Petugas kesehatan dari puskesmas melakukan fogging di wilayah Perumahan Lobam Mas Asri, Desa Teluk Sasah, belum lama ini. F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos

batampos.co.id – Penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Bintan mulai Januari hingga 10 Maret 2019 mencapai 82 orang.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) di Dinas Kesehatan Kabupaten Bintan, drg Euis Herawati menjelaskan, 82 penderita DBD tersebar di sejumlah daerah di Kabupaten Bintan.

Penderita DBD terbanyak di Kijang Kecamatan Bintan Timur sebanyak 29 kasus, sedangkan di Desa Teluk Sasah Kecamatan Seri Kuala Lobam sebanyak 18 kasus.

Kemudian Tanjunguban dengan ditemukannya 12 penderita DBD, lalu Mantang 7 kasus DBD, Sungai Lekop 5 kasus DBD.

Desa Kelong dan Desa Kuala Sempang masing-masing 3 kasus DBD. “Teluk sebong 2 kasus dan Numbing 1 kasus,” kata dia.

Dia mengatakan, kasus DBD yang terjadi di Kabupaten Bintan karena masih kurangnya kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan. Karena pemberantasan sarang nyamuk harus dilakukan bersama-sama, tidak bisa sendiri.

“PSN nih harus menyeluruh, kalau kita aja yang rajin tetangga nggak kita berisiko juga,” katanya.

Dia jua mengajak masyarakat rutin mengaktifkan lagi Gerakan serentak Pemberantasan Sarang Nyamuk (Gertak PSN).

3M Plus mulai menguras tempat penampungan air, menutup rapat-rapat tempat penampungan air dan mendaur ulang barang yang bisa dijadikan media perkembangbiakan nyamuk.

Kemudian menaburkan bubuk abate ke tempat penampungan air, menggunakan obat nyamuk, dan memakai kelambu saat tidur dan lainnya.

Selain itu, mengaktifkan 1 rumah 1 juru pemantau jentik (jumantik).(met)