Metro Bintan

Jembatan Kayu Penghubung Dua Desa, Keropos

Warga Berharap Dibangun Jembatan Permanen

Pengendara motor melintasi jembatan kayu yang menghubungkan Desa Kuala Sempang dengan Desa Busung di Kecamatan Seri Kuala Lobam, Bintan, Selasa (12/3). F. Slamet Nofasusanto / Batam Pos

batampos.co.id – Jembatan kayu sepanjang lebih kurang 150 meter yang menghubungkan Kampung Lepan Desa Kuala Sempang dengan Desa Busung Kecamatan Seri Kuala Lobam, kondisinya menyedihkan.

Seorang warga Kampung Lepan, Hamdan mengakui kondisi jembatan kayu tersebut mulai keropos sehingga mengancam keselamatan warga yang melintasi jembatan.

“Jembatan ini satu-satunya penghubung dua desa. Tapi kayunya sudah mulai keropos,” ungkapnya.

Saat ini jembatan kayu yang menjadi akses tercepat antara dua desa menuju ke Kampung Lepan mengantikan pokcai (rakit). Jembatan yang dibangun swadaya oleh masyarakat dan baru bisa dilalui sejak Agustus 2017, kondisi kayunya sudah lapuk dan keropos. Pakunya terlihat keluar menjulang.

Dia juga mengatakan, masalah pembangunan sudah dibahas dalam musyawarah rencana pembangunan (musrembang) tingkat desa.

Selanjutnya, di  musrenbang tingkat kecamatan juga telah dibahas.

“Diprioritaskan, katanya. Semoga saja dibangun menjadi jembatan permanen,” kata dia.

Sembari menunggu pembangunan jembatan permanen, dia mengatakan, masyarakat tetap akan gotong royong untuk memperbaikinya.

Sementara itu, Kades Kuala Sempang, Hatta mengakui kondisi jembatan kayu sudah keropos. Dia mengatakan, di pembahasan musrenbang tingkat kecamatan, dipriorotaskan pembangunan jembatan beton.

Namun bila tidak dibangun tahun ini, dia mengatakan, pemerintah desa melalui alokasi dana desa telah menganggarkan sekitar Rp 20 hingga Rp 25 juta.

“Ya sudah kita anggarkan untuk perbaikan, rehablah,” kata dia. (met)